Mohon tunggu...
Ahmad Fauzi
Ahmad Fauzi Mohon Tunggu... Pengacara - Menulis apasaja, Berharap ada nilai manfaat dan membawa keberkahan. Khususnya, untuk mengikat Ingatan yang mulai sering Lupa.

Berusaha menjadi orang yang bermanfaat untuk sesama. Santri, Advokat bisa hubungi saya di email : ozyman83@gmail.com, HP/WA : 085286856464.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Kurikulum Merdeka, Memerdekan Semua!

16 Februari 2022   02:39 Diperbarui: 16 Februari 2022   02:44 701
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Tidak terkecuali lembaga pendidikan formal dimana seluruh kebijakan umum ada pada kepala sekolah. Dan yang mampu menerjemahkan secara teknis operasional dalam proses belajar mengajar tentunya adalah pendidik (guru).

Peserta didik (Murid) bagaimanapun tergantung pada Gurunya. Nah, kurikulum Merdeka ini diharapkan menjadi semacam media dan jembatan bahkan pendekatan paling humanis dan dinamis dalam konteks memajukan sistem Pendidikan di Indonesia kekinian.

Tentunya semua musti diarahkan pada satu tujuan bersama pendidikan, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Cerdas lahir maupun batin. Cerdas akal maupun hatinya, menjadikan peserta didik (Murid) berakhlak mulia dan Pancasila. Menjadi manusia merdeka seutuhnya. Semoga.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun