Tak ada kawan atau lawan abadi dalam politik, yang abadi adalah kepentingan
Situasi politik di Indonesia selalu berubah-ubah, terutama dalam menjelang pemilihan presiden dan pemilihan umum. Untuk memberikan analisis terkini mengenai calon wakil presiden (Cawapres) yang mungkin akan dipilih oleh Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo setelah Anies Baswedan memilih Cak Imin.
Beberapa Faktor yang Bisa Mempengaruhi Pemilihan Cawapres
Kepentingan Partai dan Koalisi Politik:
- Partai politik memiliki peran kunci dalam menentukan siapa yang akan menjadi Cawapres dalam suatu pemilihan presiden. Prabowo Subianto adalah Ketua Umum Partai Gerindra, sementara Ganjar Pranowo adalah Gubernur Jawa Tengah yang mungkin didukung oleh beberapa partai. Pertama-tama, mereka harus memastikan bahwa Cawapres yang dipilih mendapat dukungan kuat dari partai-partai koalisi.
Elektabilitas dan Popularitas:
- Elektabilitas dan popularitas calon Cawapres adalah faktor penting. Mereka harus memilih seseorang yang dapat menarik pemilih, baik dari segi nama baik, rekam jejak, maupun citra publik yang positif.
Kepemimpinan Regional:
- Ganjar Pranowo adalah Gubernur Jawa Tengah, sehingga dia mungkin mencari Cawapres yang dapat membantunya memperkuat basis elektoralnya di Jawa Tengah. Memilih Cawapres dari luar Jawa Tengah dapat membantu mereka memperluas jangkauan dukungan politik.
Kemampuan Manajerial dan Pengalaman Pemerintahan:
- Mereka perlu memilih seseorang yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan pemerintahan dan kebijakan, karena jabatan wakil presiden memerlukan kemampuan manajerial yang kuat.
Dukungan dari Kelompok Politik Penting:
- Penting untuk mendapatkan dukungan dari kelompok politik penting, seperti partai politik, ormas, dan tokoh politik yang memiliki pengaruh besar di Indonesia.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas, mari kita tinjau beberapa pilihan yang mungkin cocok untuk menjadi Cawapres Prabowo dan Ganjar Pranowo:

Erick Thohir:
- Sebagai tokoh yang memiliki pengalaman dalam manajemen bisnis dan pemerintahan (sebagai Menteri BUMN), Erick Thohir bisa menjadi pilihan yang kuat. Dia juga memiliki pengalaman dalam olahraga, yang dapat mengambil peran penting dalam mempersatukan masyarakat.
- Sebagai tokoh yang memiliki pengalaman dalam manajemen bisnis dan pemerintahan (sebagai Menteri BUMN), Erick Thohir bisa menjadi pilihan yang kuat. Dia juga memiliki pengalaman dalam olahraga, yang dapat mengambil peran penting dalam mempersatukan masyarakat.
Mahfud MD:
- Mahfud MD adalah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Dia memiliki pengalaman yang kuat dalam pemerintahan dan hukum, serta citra sebagai tokoh yang moderat.
-
AHY dan Sandiaga Uno (foto : Tribunews.com)
Sandiaga Uno:
- Sandiaga Uno adalah mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta dan menjadi pasangan Prabowo dalam pemilihan presiden 2019. Dia memiliki pengalaman dalam manajemen bisnis dan politik, serta telah membangun basis pendukungnya.
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY):
- AHY adalah Ketua Umum Partai Demokrat dan putra dari mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dia memiliki potensi untuk mendapatkan dukungan dari Partai Demokrat dan memiliki pengalaman militer serta politik.
-
Yenny Wahid dan Khofifah Indar Parawansa (foto ; detikcom)
Khofifah Indar Parawansa:
- Khofifah Indar Parawansa adalah Gubernur Jawa Timur dan memiliki pengalaman pemerintahan yang kuat di tingkat regional. Dia bisa membantu memperkuat basis elektoral di Jawa Timur dan Jawa tengah karena Khofifah adalah mantan Ketua Umum Fatayat NU
Yenny Wahid:
- Sebagai tokoh yang dihormati dalam bidang kemanusiaan dan agama, Yenny Wahid yang merupakan [puti Gus Dur (Presiden RI ke-4) bisa menjadi pilihan yang menarik untuk memperluas dukungan di kalangan pemilih yang peduli dengan isu-isu sosial dan agama dan menggaet warga Nadliyin
Keputusan akhir mengenai Cawapres akan sangat dipengaruhi oleh dinamika politik yang terjadi di Indonesia menjelang pemilihan presiden. Prabowo dan Ganjar perlu melakukan negosiasi politik dengan berbagai pihak untuk memastikan dukungan yang kuat dan memilih Cawapres yang dapat memenangkan pemilihan presiden.
Salam demokrasi, 4 September 2024
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI