Mohon tunggu...
Ahmad Syaihu
Ahmad Syaihu Mohon Tunggu... Guru - guru penulis
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

suka membaca, menulis dan berbagi kebaikan lewat tulisan

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Budaya Antre Harus Tetap Dilestarikan

18 Maret 2023   11:28 Diperbarui: 18 Maret 2023   11:32 1147
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Petugas pendaftaran sedang melayani pasien yang antri berobat (foto dokpri)

Pagi ini penulis kembali lagi ke Puskesmas untuk kontrol rutin, cek laboratorium dan mendapatkan obat yang harus penulis konsumsi selama sebulan ke depan.

Jam buka puskesmas pukul 07.00 WIB, penulis sengaja datang ke puskesmas sebelum pukul 07.00 WIB, tiba di parkiran bahkan petugas parkir yang biasa melayani para pasien yang berobat ke Puskesmas Menganti-Gresik belum datang.

Setelah memarkir kendaraan, penulis menuju pintu masuk Puskesmas dan sudah ada 6 orang yang datang lebih dulu daripada penulis, mereka berjejer di depan pintu masuk, jam dinding di atas pintu masuk masih tertera pada angka 06.50 WIB, artinya masih 10 menit lagi pintu akan dibuka oleh petugas Puskesmas.

Tepat pukul 07.00 WIB, pintu puskesmas telah dibuka oleh petugas, pasien segera menuju mesin antrian untuk mendapatkan nomor urut layanan yang diinginkan

Pasien mengambil nomor antrian layanan ( foto dokpri)
Pasien mengambil nomor antrian layanan ( foto dokpri)

Setelah mereka mendapat nomor antrian, mereka akan duduk di kursi sambil menunggu panggilan untuk proses pendaftaran sambil menyerahkan nomor antrian dan Kartu BPJS serta kartu berobat dari Puskesmas, bagi yang pertama kali datang ke Puskesmas akan didata dan akan mendapatkan kartu berobat 

Petugas pendaftaran sedang melayani pasien yang antri berobat (foto dokpri)
Petugas pendaftaran sedang melayani pasien yang antri berobat (foto dokpri)

Setelah itu harus kembali duduk di depan poli masing -masing.

Petugas pendaftaran sedang melayani pasien yang antri berobat (foto dokpri)
Petugas pendaftaran sedang melayani pasien yang antri berobat (foto dokpri)

Ada poli umum, poli gigi, poli anak, poli lansia, poli KB dan ibu hamil, laboratorium, apotek dan lainnya.

Antrian di depan poli, menunggu pelayanan kesehatan yang diinginkan oleh pasien .

Setelah dipanggil sesuai dengan nomor antrian di masing masing poli, pasien akan melanjutkan proses ke laboratorium bagi yang membutuhkan menurut dokter yang memeriksa, atau langsung mendapatkan resep dan antri lagi di laboratorium atau di apotek.

Setelah mendapatkan hasil lab, pasien kembali ke dokter yang memeriksa, kemudian akan diberi resep untuk ke apotek.

Petugas apotek menyerahkan obat kepada penulis (foto: dokpri)
Petugas apotek menyerahkan obat kepada penulis (foto: dokpri)

Setelah antri di Apotek biasanya ini agak lama karena proses memilih atau meracik obat butuh ketelitian dan kecermatan agar tidak salah dan sesuai dengan yang diberikan resepnya oleh dokter.

Setelah setengah jam antri di Apotek nama penulis dipanggil dan sebelum menerima obat penulis harus menunjukkan kartu Berobat dan kartu BPJS dan tanda tangan bukti penerimaan obat.

Mengapa Budaya Antri Harus Tetap Dilestarikan?

1. Melatih kedisiplinan dan kesabaran

2. Menghargai orang lain dan diri sendiri

3. Menghargai waktu

4. Menjadikan hubungan antara sesama berjalan dengan baik dan harmonis

Bagaimana menurut pendapat Anda?

Puskesmas, 18-03-2023

Ahmad Syaihu untuk Kompasiana 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun