Â
***
Kini, yang mencuri perhatian saya adalah Sound of Borobudur. Kampanyenya digaungkan besar-besaran, kurun waktu terakhir.Â
Dari situs soundofborobudur.org, saya mendapatkan gambaran apa yang ingin dicapai dari kampanye tersebut. Disebutkan kalau Sound of Borobudur Movement adalah upaya anak bangsa untuk mengenali lebih dalam kebesaran peradaban masa lampau, dengan menggunakan budaya dan Ilmu pengetahuan, yang diinterpretasikan melalui seni.
Sound of Borobudur Movement merupakan gerakan kebangsaan melalui budaya yang ditujukan untuk mengembalikan jati diri manusia Indonesia.
Memberi penyadaran kepada masyarakat, bahwa bangsa Indonesia mempunyai banyak warisan nilai dan tatanan diri, kemasyarakatan, kenegaraan dan tatanan untuk pengelolaan alam secara seimbang, yang masih sangat kontekstual dengan kondisi saat ini, bahkan menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan kebangsaan saat ini dan di masa depan.
Gerakan ini adalah gerakan lintas suku/etnis, lintas agama, lintas disiplin ilmu, lintas bangsa.
Ada beberapa catatan saya terkait program Sound of Borobudur Movement. Pertama, basis dukungan program ini seharusnya bukan hanya dari pemerintah, tapi juga masyarakat.
Lewat pelibatan masyarakat secara aktif diharapkan akan lahir ide dan gagasan yang kreatif, konstruktif, dan kolaboratif. Kekuatan ini diyakini akan mampu menyukseskan semua aktivitas yang akan dilakukan.
Kedua, untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), seharusnya juga dicanangkan promosi digital yang efektif dan efisien. Hal ini sekaligus untuk menyiasati anggaran pariwisata Indonesia yang masih sangat terbatas,