Batik merupakan warisan budaya dengan sejuta nilai dan makna filosofi motif batik yang dalam. Pasalnya, memiliki motif beragam antara satu daerah dengan daerah lain. Setiap coretan indahnya memiliki arti mendalam menggambarkan cerita nusantara untuk generasi masa depan.
Coretan dalam kain memiliki sejarah tidak bisa ditinggalkan. Motif awalnya digunakan sebagai pembeda status sosial masyarakat. Sehingga dikenal kain khusus untuk golongan kerajaan dan bisa digunakan masyarakat. Kini, batik telah menjadi suatu budaya yang sudah bisa digunakan oleh siapa saja tanpa harus melihat dan memandang dari status sosialnya.
Makna Filosofi Batik yang Cantik
Penggunaannya kian meluas menjadikannya menjadi warisan dunia. Tidak heran jika beberapa acara tidak bisa terlepas dari baju baik formal atau pun non formal.Â
Namun, ternyata penggunaan batik tidak bisa dilakukan dengan cara penggunaan yang secara asal-asalan. Pasalnya, setiap motif memiliki makna dan filosofi mendalam, berikut ulasan beberapa motif yang terkenal.
- ParangÂ
Parang menjadi motif paling terkenal di masyarakat Indonesia. Motif asal Solo ini menggambarkan ombak laut selalu menghantam tebing tanpa rasa lelah. Makna filosofi motif batik ini dianalogikan layaknya kehidupan manusia harus senantiasa dilandasi perjuangan.
Perjuangan dan usaha ditujukan untuk mencapai kemerdekaan lahir dan batin. Khususnya bagi masyarakat jawa, kemerdekaan ini diartikan sebagai pribadi yang baik, sopan, tanpa meninggalkan norma masyarakat. Jenis parang sendiri memiliki beragam jenis layaknya parang rusak, parang kecil, parang klitik, parang kusumo hingga parang slobog.
- Mega Mendung
Mega mendung menjadi motif paling mempesona di daerah Cirebon. Goresannya digambarkan dengan pola awan berarti langit dan mendung dengan arti gelap. Makna filosofi motif batik mega mendung diartikan sebagai kesabaran manusia tidak mudah marah dalam setiap fase kehidupan.
Corak mega mendung juga berkaitan dengan sejarah masyarakat terkait masuknya masyarakat Cina ke Cirebon. Pada saat itu, Istri dari Sunan Gunung Jati membawa karya seni dari Cina dengan motif awan. Sehingga awan dalam goresan ini dapat diartikan juga sebagai dunia yang luas beserta seluruh isinya.
- Kawung
Kawung menjadi pola paling terkenal dengan umur tertua. Sampai saat ini terdapat makna filosofi motif batik kawung yang berbeda. Pertama, kawung diartikan sebagai buah aren yang dibelah dua. Namun di sisi lain kawung juga dapat diartikan sebagai kumbang yang biasa dikenal kwanwung.
Kawung dapat diartikan sebagai buah dengan makna keindahan, kesucian, atau pun umur panjang. Tidak heran jika kawung kerap muncul di beberapa kain masyarakat layaknya sarung, blankon, kain ikat, hingga di dinding Candi Prambanan. Dulunya, kawung menjadi jenis yang tidak bisa dipakai oleh masyarakat umum.
- Grinsing
Grinsing terkenal sebagai pola sedulur papat lima pencer. Struktur ini dapat berkembang sesuai dengan kelipatan bisa menjadi 8 atau pun jumlah lain. Di bagian tengahnya terdapat symbol lingkaran atau bulatan. Batik ini melambangkan keseimbangan, kesuburan, dan kemakmuran.
Pilihan macam warna yang digunakan juga sangat beragam mulai dari suatu warna yang cerah, hingga ke jenis warna yang gelap. Grinsing selalu menggunakan warna alam dalam proses pengikatan warnanya. Hal ini menjadikan grinsing sebagai batik yang tidak mudah luntur dan tetap bersinar meskipun digunakan berulang kali.
Banyaknya kain yang ada di Indonesia menjadikan sebagai warisan budaya diakui dunia. Setiap motif juga memiliki makna masing-masing yang berkaitan erat dengan nilai kehidupan. Tidak heran penggunaannya juga bisa dihayati hingga ke perilaku, tingkah, dan semangat hidup yang diambil dari makna filosofi motif batik.
Mengingat beragam dan kayanya batik Indonesia, tentu masih banyak motif yang belum saya ulas di sini. Dan dengan mengetahui makna filosofi dari motif batik, semoga kita semakin mencintai batik Indonesia.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI