Berikan Aku 10 Pemuda Maka Akan Kuguncang Dunia merupakan perkataan Bung Karno (Presiden RI ke-1) di sela-sela pidatonya dan perkataan tersebut menggema sampai sekarang terutama di hari Sumpah Pemuda dan hari Kemerdekaan republik ini.
Atas perkataan Presiden RI ke-1 itu (Ir. Soekarno) membuktikan bahwa beliau mengetahui kualitas pemuda di negeri ini, yang harus di gali sumber daya manusianya dan di kembangkan terutama di dapatkan dari para pemuda.Â
Terinspirasi dari perkataan Presiden RI ke-1, disini kami (Penulis), ingin membuktikan apa yang beliau katakan dengan di terapkan dalam rangka memeriahkan acara HUT RI yang ke-72, kepanitiaannya di serahkan sepenuhnya ke para pemuda juga pemudi terutama kalangan pelajar yang memiliki waktu luang yang cukup banyak di tambah sebagai pembelajaran khusus bagi para pemuda untuk meningkatkan rasa nasionalisme yang sekarang ini mulai terkikis.Â
Penyusunan kepanatian mulai dari Ketua sampai dengan Anggota telah di bentuk dengan di bimbing oleh orang tua yang pernah berpengalaman di bidangnya tetapi dengan caranya berbeda, dan sekarang ingin lebih baik dari sebelumnya di mulai dari penggalangan dana tanpa harus meminta-minta karena memberatkan orang lain, tetapi dengan cara memanfaatkan sumber daya manusia yang ada, terutama para pemuda yang telah di bentuk sebagai panitia 17-an.
Mereka yang di libatkan sebagai Panitia rata-rata masih pelajar SMP dan SMA, supaya lebih cerdas dalam berpikir, memiliki fisik yang kuat, memiliki keberanian, bisa di arahkan, dan yang utam adalah pembelajaran, karena sebagai pemuda juga pelajar tugasnya untuk belajar tidak hanya di sekolah di luar sekolah pun kita harus demikian.Â
Pengumpulan Dana
1. Menjual Stiker
Setiap anggota panitia 17-an wajib bekerja sama dalam memasarkan stiker yang bertemaka HUT RI yang ke-72, ke warga sekitar atau di luar, dengan modal dana talangan yang telah di dapatkan dengan harga jual lebih mahal dari harga pasaran. Keuntungan dari penjualan tersebut di ambil untuk keperluan dana peringatan 17-an setelah di ambil modal sebagai dana talangan juga 10% dari total transaksi untuk anggota yang menjual stiker tersebut.
2. Menjual Alat Tulis Kantor
Seorang pelajar, erat hubungan dengan tulis menulis juga buku, oleh karena itu setiap anggota yang rata-rata kesemuanya seorang pelajar di wajibkan untuk bersama-sama memasarkan barang tersebut, dan hitung-hitungannya seperti halnya dalam penjualan stiker.
3. Menjual  Jasa
Menjual jasa, hal ini yang cukup gampang di mana ada kemauan di situ ada jalan, dan hasilnya sebagian di sumbangkan untuk dana acara 17-an. Â
1. Pemasangan Bendera di pinggir jalan dan pengecatan tugu.
2. Acara Karnaval/arak-arakan menuju lapangan upacara bersama warga.
3. Acara Perlombaan  Hari Kemerdekaan tanggal 17 Agustus, berupa panjat pinang, dan permainan lainnya khas 17-an.
3. Acara Perlombaan di bidang  Agama yang bertempat di mesjid/mushola, seperti lomba adzan dan sebagainya.
4. Acara panggung  puncak hiburan, terdiri dari pembagian hadiah lomba serta acara-acara hibuaran pemuda dan anak-anak lainnya.Â
Semoga apa yang di katakan oleh mantan Presiden RI ke-1 ini, berhasil di terapkan pada para pemuda-pemudi yang masih tergolong pelajar, dengan mengerahkan segala kemampuannya sesuai keahliannya masing-masing.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H