Mengadopsi pola pikir progresif berarti GM siap memimpin inovasi dan adaptasi berkelanjutan. Inovasi tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga mencakup perubahan dalam struktur organisasi dan pendekatan kerja. GM perlu memastikan bahwa organisasi memiliki infrastruktur yang mendukung kolaborasi lintas tim.
Sebagai pemimpin perubahan, GM harus mampu mengarahkan tim melalui transisi dengan keyakinan. Mendorong budaya yang terbuka terhadap eksperimen dan memanfaatkan kegagalan sebagai sarana pembelajaran adalah langkah penting. Dengan membangun organisasi yang lincah, GM dapat mempersiapkan tim untuk beradaptasi dengan cepat terhadap tantangan masa depan.
Kesimpulan
Di era digital yang penuh perubahan dan disrupsi, peran General Manager telah berevolusi menjadi agen pembelajaran dan pelopor perubahan. Memimpin dengan mindset progresif adalah kunci untuk sukses. GM yang terus belajar, menginspirasi tim, dan memanfaatkan teknologi secara efektif akan dapat mengubah tantangan menjadi peluang. Dengan membangun budaya pembelajaran yang berkelanjutan, mereka dapat menciptakan organisasi yang inovatif, adaptif, dan siap menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian.
Langkah nyata yang dapat diambil oleh GM adalah terus memperbarui keterampilan, menginspirasi tim, dan berani mengambil risiko dalam inovasi. Mindset progresif memungkinkan mereka tidak hanya mempertahankan relevansi organisasi di era digital, tetapi juga mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan kesuksesan jangka panjang.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI