Mohon tunggu...
Agung MSG
Agung MSG Mohon Tunggu... Wiraswasta - Wiraswasta

Hidup untuk mengasihi, menyayangi, berbagi, dan berkarya mulia. @agungmsg #haiedumain

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Penulis Muslim, Istiqomahlah di Medan Dakwah bil Qalam

21 Agustus 2024   06:07 Diperbarui: 21 Agustus 2024   06:20 31
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tulisan adalah amal jariyah yang tak terputus, pahalanya terus mengalir hingga akhir zaman. | Foto: halalop.com

"Setiap kata yang kita tulis adalah cahaya yang menuntun jiwa, mengajak kepada kebaikan, menjauhkan dari keburukan, dan menjadi saksi di hadapan Allah."

Dalam setiap helaan nafas kehidupan, seorang penulis muslim memikul amanah yang begitu agung. Amanah yang tak sekadar menorehkan kata-kata di atas kertas atau layar, tetapi menanamkan hikmah dan kebijaksanaan yang mendalam dalam setiap kalimat yang ditulis. Di dalam tulisan itu, ada cahaya yang bisa menerangi dunia.

Sebagaimana seorang mujahid yang berdiri tegak di medan pertempuran, seorang penulis muslim berada di garis depan medan dakwah bil qalam. Ia adalah perpanjangan lidah para Nabi, penghubung umat dengan nilai-nilai Islam yang luhur dan mulia.

Prioritas dalam Menulis

Dalam menjalankan tugas ini, seorang penulis muslim hendaklah mengutamakan menulis karya-karya yang mendekatkan pembaca pada kebesaran Allah SWT. Tulisan yang berlandaskan niat yang ikhlas dan penuh kesadaran akan tujuan hidup, yakni mengabdi kepada-Nya dan menuntun sesama menuju jalan yang diridai-Nya.

Seperti firman Allah SWT dalam Al-Qur'an, "Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku" (QS. Az-Zariyat 51: 56). Ini menjadi landasan bahwa setiap tulisan yang dihasilkan haruslah berorientasi pada tujuan agung ini, bukan sekadar memenuhi hasrat pribadi atau kebanggaan duniawi.

Keutamaan Dakwah melalui Tulisan

Seorang penulis muslim yang istiqomah di medan dakwah bil qalam memiliki keutamaan yang luar biasa. Sebagaimana disampaikan dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah bersabda, "Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau doa anak yang shalih" (HR. Muslim). Dalam konteks ini, tulisan yang mendidik dan menginspirasi dapat menjadi bagian dari ilmu yang bermanfaat, yang pahalanya akan terus mengalir hingga hari kiamat.

Tugas yang Mulia

Menulis dalam rangka berdakwah bukanlah tugas yang sepele, melainkan tugas yang mulia, karena ia merupakan tugas para Nabi dan Rasul. Allah SWT berfirman, "Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu (Muhammad) melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Aku, maka sembahlah Aku" (QS. Al-Anbiya 21: 25). Melalui tulisan, penulis muslim melanjutkan tugas para Rasul, menyebarkan tauhid dan ajaran Islam kepada umat manusia.

Mendapatkan Rahmat Allah

Penulis yang berdakwah juga dijanjikan rahmat dari Allah SWT. Dalam Al-Qur'an disebutkan, "Orang-orang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh berbuat yang ma'ruf, dan mencegah perbuatan yang munkar, melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana" (QS. At-Taubah 9: 71). Rahmat ini adalah karunia yang tiada tara, yang akan mendampingi setiap langkah penulis dalam menyebarkan kebaikan.

Umat Terbaik

Dakwah bil qalam juga menjadikan penulis sebagai bagian dari umat terbaik, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Ali 'Imran 3: 110, "Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia karena kamu menyuruh berbuat ma'ruf, mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah." Tulisan yang memotivasi pembaca untuk berbuat baik, meninggalkan kemunkaran, dan memperkuat iman kepada Allah adalah ciri dari umat terbaik ini.

Jenis-jenis Dakwah dan Keutamaan Dakwah bil Qalam

Dakwah dalam Islam memiliki berbagai bentuk, termasuk dakwah bil lisan, dakwah bil hal, dan dakwah bil qalam. Di era modern ini, dakwah bil qalam memiliki peran yang sangat strategis, karena melalui tulisan, pesan-pesan Islam dapat menjangkau berbagai kalangan, lintas zaman, dan lintas batas geografis. Buku, artikel, media sosial, dan berbagai platform digital menjadi sarana yang efektif untuk menyebarkan ajaran Islam secara luas.

Penulis muslim harus menyadari betapa besar tanggung jawabnya. Tulisannya bukan sekadar rangkaian kata, tetapi adalah cahaya yang menuntun jiwa-jiwa yang haus akan kebenaran. Setiap goresan pena atau ketikan jari adalah amal yang akan ditimbang di hari kiamat. Maka, istiqomahlah di medan dakwah bil qalam, dengan niat yang tulus, ilmu yang mendalam, dan semangat yang tak pernah padam.

Kesimpulan

Pada akhirnya, menjadi penulis muslim yang istiqomah dalam dakwah bil qalam adalah jalan menuju ridha Allah SWT. Tulisan yang mengandung hikmah, mengajak kepada kebaikan, dan menjauhkan dari keburukan adalah amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.

Sebagai seorang penulis, hendaklah kita senantiasa mengingat bahwa setiap kata yang kita tulis adalah saksi yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Maka, jangan sia-siakan kesempatan ini. Jadikanlah setiap tulisan sebagai amal yang membawa manfaat bagi diri sendiri, umat, dan seluruh alam. Wallahu a'lam.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun