Mohon tunggu...
Agung MSG
Agung MSG Mohon Tunggu... Wiraswasta - Wiraswasta

Hidup untuk mengasihi, menyayangi, berbagi, dan berkarya mulia. @agungmsg #haiedumain

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Perhatikan 3 Hal Ini untuk Saudaramu

2 Juni 2024   06:07 Diperbarui: 2 Juni 2024   06:38 115
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Saat kita bersama dengan teman-teman kita, ingatlah nasihat Yahya bin Mu'adz ar Rozi tentang hubungan harmonis dengan sesama. | Foto: Zaki UB

"Setiap interaksi harus membawa kebaikan. Jika tidak bisa memberi manfaat, setidaknya janganlah menyusahkan atau menyakiti perasaan saudaramu."

Kehidupan ini penuh dengan warna, dinamika dan interaksi sosial. Karenanya, kita harus menjaga hubungan baik dengan sesama sebagai fondasi penting yang harus selalu kita bangun dan pelihara.

Sebagai seorang Muslim, kita diajarkan untuk senantiasa berbuat baik, dimana pun dan kapan pun kita berada. Tidak hanya kepada keluarga dan teman, tetapi juga kepada seluruh umat manusia.

Salah satu nasihat yang sangat berharga datang dari Yahya bin Mu'adz ar Rozi rahimahullah, seorang ulama besar, yang mengingatkan kita akan tiga hal penting yang harus kita perhatikan terhadap saudara kita. Nasihat ini tidak hanya mengandung kebijaksanaan mendalam, tetapi juga relevan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Kata beliau, "Seorang mukmin hendaknya menerima tiga hal darimu:
1. Jika engkau tidak bisa memberi manfaat padanya, jangan menyusahkannya.
2. Jika engkau tidak bisa membuatnya bahagia, jangan membuatnya sedih.
3. Jika engkau tidak ingin memujinya, jangan mengkritiknya.
"

Sekarang, mari kita bahas tiga hal yang disebutkan oleh Yahya bin Mu'adz ar Rozi ini, lengkap dengan kajian dan implementasinya.

1. Jika engkau tak bisa memberi manfaat, janganlah menyusahkannya.

Dimana pun kita berada, setiap interaksi yang kita lakukan seharusnya membawa kebaikan. Jika tidak mampu memberikan manfaat secara langsung, baik itu melalui bantuan fisik, nasihat, atau dukungan moral, setidaknya kita tidak menjadi sumber gangguan bagi orang lain. Atau juga menyusahkannya.

Mengganggu atau menyusahkan saudara kita, baik dengan kata-kata kasar, perilaku yang tidak menyenangkan, atau tindakan yang merugikan, bertentangan dengan prinsip ajaran Islam yang mendorong kedamaian dan keharmonisan.

Rasulullah SAW bersabda: "Muslim yang sempurna adalah yang membuat Muslim lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya" (HR. Bukhari).

2. Jika engkau tak bisa membahagiakannya, janganlah membuatnya sedih

Kebahagiaan adalah salah satu tujuan utama dalam kehidupan setiap orang. Jika kita tidak mampu membawa kebahagiaan bagi saudara kita, setidaknya kita harus berusaha untuk tidak menjadi penyebab kesedihannya. Perasaan dan emosi setiap orang harus dihargai dan dihormati.

Memberikan dukungan emosional, mendengarkan keluh kesah dengan empati, dan tidak menambah beban pikiran saudara kita adalah bentuk ibadah yang sangat mulia.

Dalam hadits disebutkan: "Siapa yang menghilangkan satu kesulitan dari seorang mukmin, Allah akan menghilangkan satu kesulitan darinya pada hari kiamat" (HR. Muslim).

3. Jika engkau tidak ingin memujinya, janganlah mencelanya

Memuji dan memberikan penghargaan atas kebaikan yang dilakukan orang lain dapat mempererat tali silaturahim dan meningkatkan semangat serta motivasi.

Namun, jika kita tidak mampu memberikan pujian, janganlah mencela atau merendahkan saudara kita. Kritik yang tidak membangun dapat merusak harga diri dan menimbulkan perpecahan.

Dalam berkomunikasi, kita harus menjaga adab dan akhlak dengan tidak mengucapkan kata-kata yang bisa menyakitkan hati orang lain.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an: "Katakan kepada hamba-hamba-Ku, 'Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.' Sungguh, setan itu selalu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sungguh, setan adalah musuh nyata bagi manusia" (QS. Al-Isra: 53).

Ini artinya, setan tidak akan mampu menggelincirkan kita bila kita berkata benar atau jujur. Baik jujur dalam berniat, jujur dalam berperilaku, maupun jujur pada diri sendiri.

Inspirasi dan Implementasi dalam Kehidupan Sehari-hari

Nasihat Yahya bin Mu'adz ar Rozi ini memberikan kita panduan yang sangat praktis dan aplikatif untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam era modern yang penuh dengan tantangan dan tekanan, sering kali kita lupa akan nilai-nilai dasar kemanusiaan yang diajarkan oleh agama. Tiga hal ini mengingatkan kita untuk selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi orang lain, atau setidaknya tidak merugikan mereka.

1. Menjadi sumber kebaikan. Usahakan untuk selalu menjadi pribadi yang bermanfaat. Misalnya, dalam lingkungan kerja, tawarkan bantuan kepada rekan yang membutuhkan. Atau, dalam keluarga, berikan perhatian dan kasih sayang kepada setiap anggotanya. Bila memungkinkan, jadilah pelopor kebaikan.

2. Menghargai perasaan orang lain. Tunjukkan empati dan perhatian kepada saudara kita. Dalam pergaulan, hindari tindakan atau ucapan yang dapat menyinggung perasaan orang lain. Jadilah pendengar yang baik dan berikan dukungan moral.

3. Menjaga lisan dan perbuatan. Gunakan kata-kata yang baik dan hindari fitnah atau gosip. Jika kita tidak mampu memuji, diam adalah pilihan yang lebih baik daripada mencela.

Dengan menerapkan tiga nasihat ini, kita tidak hanya akan memperkuat hubungan antar sesama, tetapi juga akan menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bijaksana, dan lebih dekat dengan Allah SWT.

Semoga kita senantiasa diberikan kekuatan dan hidayah untuk selalu berbuat baik dan menjaga hubungan harmonis dengan saudara kita. Aamiin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun