Mohon tunggu...
Agung Christanto
Agung Christanto Mohon Tunggu... Guru - guru SMA
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Dari Nol Menuju Puncak, Berbagi Inspirasi dengan Keteguhan Hati

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Jejak Sesak Pagi

26 Mei 2024   08:44 Diperbarui: 26 Mei 2024   08:48 46
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Jejak Sesak Pagi

Dalam jejak sesak pagi,
Aku melangkah di antara bayang-bayang,
Embun masih bernaung di daun,
Namun hati ini penuh rindu yang tak tenang.

Mentari perlahan merayap ke atas,
Mengusir gelap dengan sinarnya yang lembut,
Namun dalam dada, ada sesak yang tertinggal,
Kenangan semalam yang tak kunjung surut.

Pagi ini, udara penuh cerita,
Jejak langkah yang tak berbalas,
Menyusuri jalan yang sunyi dan sepi,
Mencari bayanganmu dalam setiap helaan nafas.

Sesak ini mengingatkan aku,
Bahwa meski pagi datang membawa harapan,
Ada kenangan yang tak bisa terhapus,
Dan cinta yang tetap abadi, meski diiringi sesak dalam diam.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun