Mohon tunggu...
AGUNG CHRISTANTO
AGUNG CHRISTANTO Mohon Tunggu... Guru - guru SMA

bukan siapa siapa dari nol kembali belajar menulis

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Saat Kau Datang

9 Oktober 2024   18:24 Diperbarui: 9 Oktober 2024   18:29 21
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Saat Kau Datang

Saat kau datang bertubi-tubi,
Menyingkirkan senja hari ini,
Mengheningkan malam yang haus akan cinta,
Seolah waktu berhenti sejenak,
Menanti kehadiranmu yang dinanti.

Bersama Dingin Mulai Menggrayahi Raga
Bersama dingin mulai menggrayahi raga,
Menyelimuti jiwa dalam pelukan lembut,
Namun di dalam hati ada api membara,
Berperang dengan kehangatan yang kau bawa,
Menghadirkan rasa yang tak terlukiskan.

Berconflict dengan Kehangatan
Berconflict dengan kehangatan,
Antara dingin dan hangatnya kasih sayangmu,
Setiap detik terasa berharga,
Dalam pelukan malam yang penuh harapan,
Kau adalah cahaya dalam gelapku.

Kau adalah Melodi dalam Keheningan
Kau adalah melodi dalam keheningan,
Nada-nada indah yang mengalun lembut,
Mengisi ruang kosong di antara kita,
Membuat setiap detik menjadi abadi,
Dalam simfoni cinta yang tak pernah pudar.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun