Sewaktu gemuk, saya punya pengalaman kurang mengenakkan (untuk ukuran saya).
Tetapi uniknya, tidak serta merta menjadi pelajaran dan memotivasi diri untuk berubah.
Saya masih ingat, ketika masuk menjadi karyawan baru di sebuah kantor media massa.
Hari senin dan kali pertama ikut meeting, Manager (sekaligus pimpinan meeting) meminta saya memperkenalkan diri.
Seluruh perhatian peserta di ruangan, sontak tertuju pada saya kala itu.
Setelah berkisah sedikit tentang pengalaman kerja, dilanjutkan sesi tanya jawab sebentar.
Ada satu teman yang (sekira) usia sepantaran, sempat bingung memilih sebutan untuk saya.
Pertama kali yang keluar dari mulutnya adalah mas, tapi pada  sebutan kedua langsung dikoreksi dengan sebutan Pak.
Padahal waktu itu saya masih bujangan, dan teman ini sudah menikah dengan satu anak.
Tetapi dari sisi fisik memang saya lebih besar, dengan tinggi beberapa centi di atas teman ini.
Selepas meeting saya mengakrabi teman yang bertanya, dalam kondisi santai saya mencari tahu alasan tentang koreksi sebutan.