"Kecapekan kali, tidur aja bentar, nanti juga sembuh,"
Padahal ketidaknyamanan yang muncul itu, adalah alarm atau cara tubuh protes pada kita. Bahwa sudah ada yang salah, tindakan empunya dalam mengelola dan memperlakukan si tubuh.
Sukses Diet Dipengaruhi dari Pengelolaan Pikiran
Kompasianers, mungkin pernah membaca novel yang telah difilmkan berjudul Laskar Pelangi. Â Kisah anak buruh tambang di pabrik Timah, yang akhirnya mendapat beasiswa ke luar negeri.
Ikal sang tokoh utama, berusaha sangat keras menaklukkan hambatan dihadapi. Setelah lepas SMA, kuliah sembari bekerja kemudian berhasil memeluk mimpinya.Â
Yaitu kuliah di Sorbonne University di Paris Perancis. Kota impian dari SD, yang gambarnya  (menara Eifel) kerap dilihat di kaleng minyak rambut.
Masing- masing kita punya mimpi, dan dihadapkan pada onak duri kehidupan. Nah kepedihan dan ketidakenakan itu, akan menguji kesungguhan atau besarnya harapan kita masing-masing.
Kekuatan pikiran memegang kunci, untuk tetap focus dan melahirkan kekuatan sehingga  mempengaruhi sikap dan keputusan.
Saya pernah membaca sebuah buku motivasi, menyatakan bahwa keberhasilan dibidang apapun dalah sebuah keniscayaan.
Kita sangat dimungkinkan, bisa meraih dan mewujudkan apa yang diimpikan. Tetapi untuk mencapai mimpi, ada syarat yang harus ditempuh manusia.
Bagaimana diet kita bisa berhasil, kalau di pikiran ini sudah dipenuhi aneka kalimat seperti di awal artikel. Kalimat yang kita ciptakan sendiri, atau terpengaruh oleh  teman atau orang sekitar.