Kecamatan ini memiliki Delapan Kelurahan, Yaitu Kelurahan Wonojati , Kelurahan Jatisari , Kelurahan Kertonegoro, Kelurahan Kemuningsari Kidul , Kelurahan Sruni, Kelurahan Jatimulyo, Kelurahan Cangkring ,dan Kelurahan Jenggawah
Universitas Jember ( UNEJ ) mengadakan Kuliah Kerja Nyata ( KKN ) dengan sistem Back to Village karena situasi pandemi Covid-19. Namun berbeda dengan KKN pada tahun-tahun sebelumnya dimana kelompok mahasiswa turun langsung ke Desa, kali ini mahasiswa melaksanakan KKN secara mandiri dan lokasinya berdasarkan domisili mahasiswa tersebut ( kampung halaman ).Â
Mahasiswa kelompok KKN 45 yang tergabung dalam KKN Tematik Program Pemberdayaan Wirausaha Masyarakat/UMKM terdampak Covid-19 melakukan pendampingan serta sosialisasi kepada UMKM. Â Dimana pendampingan UMKM kali ini dilaksanakan di Desa Kemuningsari Kidul pada pemilik usaha kerupuk. Pendampingan tersebut dilakukan selama 30 hari dari tanggal 12 Agustus 2021 hingga 10 September 2021.
Usaha kerupuk rumahan ini merupakan usaha yang terdampak akibat Covid-19 yang biasanya  sebelum masa pandemi, pemilik usaha bisa menghabiskan 300 bungkus per hari  dan  banyak pesanan kerupuk untuk acara hajatan masyarakat desa setempat, namun pada masa pandemi covid-19 ini pesanan menurun drastis. Dikarenakan banyak toko-toko yang harus tutup.Â
Pemasaran kerupuk hanya sebatas menitipkan produknya ke warung-warung dikarenakan pengusaha ini belum menguasai cara pemasaran melalui media online. Oleh karena itu dalam kegiatan KKN Back To Village III ini mahasiswa akan memberikan pemberdayaan wirausaha masyarakat yang terdampak covid-19.Â
Salah satu programnya adalah ‘’program Pemanfaatan Media Digital Marketing Di Masa Covid-19 ‘’.  Dengan memanfaatkan media online untuk sarana pemasaran diharapkan dapat membantu memudahkan pengusaha maupun pembeli dimasa pandemi.Â
Dengan mencermati hal tersebut, saya Agit Yoga Yulio, mahasiswa Universitas Jember yang sedang menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Back to Village tertarik untuk membantu pelaku usaha pembuatan kerupuk di kelurahan Kemuningsari Kidul.Â
Tujuannya yaitu menaikkan omset penjualan dengan mengajak pelaku usaha kerupuk melakukan pemasaran melalui media online atau digital marketing. Â
Berdasarkan hasil identifikasi masalah tersebut, program pengabdian KKN dilakukan pada masyarakat terdampak COVID-19 pada UMKM bidang usaha pembuatan Kerupuk Bawang Bu Siyami di kelurahan Kemuningsari Kidul, dengan tujuan agar dapat membantu dan menyelesaikan permasalahan yang sedang mereka hadapi akibat pandemi COVID-19 dengan beberapa program kerja yang sudah diaplikasikan.Â
Program kerja yang telah terlaksana selama KKN ini terbagi menjadi beberapa kegiatan dalam 4 minggu. Pertama, tahap Observasi dan survei permasalahan dan menyusun program kerja berdasarkan permasalahan yang terjadi serta menentukan sasaran. Kedua, memberikan materi tentang  pengenalan media online atau digital marketing, untuk memperluas segmen pemasaran.Â
Ketiga, melaksanakan pelatihan-pelatihan pembuatan akun digital marketing dan pelatihan pembuatan logo, untuk mempermudah pemasaran lewat media digital marketing dan berguna sebagai pendukung usaha kerupuk milik Bu siami.