Mohon tunggu...
Agil Fitrah
Agil Fitrah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Bermain futsal

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Perkembangan Individu menurut Erik Erikson

8 November 2024   09:34 Diperbarui: 8 November 2024   09:57 46
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Teori perkembangan psikososial Erik Erikson mengemukakan bahwa perkembangan individu berlangsung sepanjang hidup melalui delapan tahap yang masing-masing melibatkan konflik atau tantangan utama yang harus diselesaikan. Setiap tahap berfokus pada perkembangan psikososial yang berhubungan dengan hubungan dengan orang lain dan masyarakat. Berikut adalah delapan tahap perkembangan menurut Erikson:

Tahap 1: Kepercayaan vs. Ketidakpercayaan (0-1 tahun)

Pada tahap ini, bayi mengembangkan rasa kepercayaan terhadap dunia dan orang di sekitarnya berdasarkan pengasuhan yang konsisten dan penuh perhatian. Jika kebutuhan dasar tidak dipenuhi, bayi dapat mengalami ketidakpercayaan.

Tahap 2: Otonomi vs. Rasa Malu dan Keraguan (1-3 tahun)

Pada tahap ini, anak mulai mengembangkan rasa otonomi dan kebebasan dalam melakukan hal-hal secara mandiri, seperti belajar berjalan atau berbicara. Kegagalan atau pengendalian berlebihan dari orang tua dapat menyebabkan rasa malu dan keraguan diri.

Tahap 3: Inisiatif vs. Rasa Bersalah (3-6 tahun)

Anak mulai mengembangkan rasa inisiatif dengan mencoba berbagai aktivitas baru. Ketika anak didorong untuk mengambil inisiatif dan eksplorasi, mereka merasa percaya diri. Sebaliknya, jika inisiatif mereka ditekan atau dipermalukan, mereka mungkin merasa bersalah.

Tahap 4: Kerja Keras vs. Inferioritas (6-12 tahun)

Anak-anak mulai berfokus pada pengembangan keterampilan dan prestasi akademis atau sosial. Keberhasilan dalam hal ini mengarah pada rasa percaya diri dan kompetensi, sementara kegagalan dapat menimbulkan rasa inferioritas.

Tahap 5: Identitas vs. Kebingungan Peran (12-18 tahun)

Remaja mencari dan mengembangkan identitas pribadi mereka, baik dalam hal tujuan hidup, nilai-nilai, dan hubungan sosial. Krisis identitas yang tidak terselesaikan dapat menyebabkan kebingungan mengenai peran dalam kehidupan.

Tahap 6: Intimasi vs. Isolasi (18-40 tahun)

Di usia dewasa muda, individu berusaha membentuk hubungan intim dan dekat dengan orang lain. Kegagalan dalam membangun hubungan yang sehat dapat menyebabkan isolasi atau kesendirian.

Tahap 7: Generativitas vs. Stagnasi (40-65 tahun)

Pada tahap ini, individu berfokus pada memberi kontribusi kepada masyarakat, keluarga, atau dunia melalui pekerjaan atau peran lainnya. Stagnasi terjadi ketika seseorang merasa tidak berdaya atau terjebak dalam rutinitas.

Tahap 8: Integritas vs. Keputusasaan (65 tahun ke atas)

Pada tahap akhir kehidupan, individu mengevaluasi pencapaian hidup mereka. Mereka yang merasa puas dengan kehidupan mereka akan mencapai integritas, sedangkan mereka yang merasa ada penyesalan atau tidak puas mungkin mengalami keputusasaan.

Erikson menganggap bahwa setiap tahap ini harus dilewati dengan cara yang sehat agar individu dapat berkembang secara optimal. Konflik atau tantangan pada setiap tahap, bila berhasil diselesaikan, akan memperkuat perkembangan pribadi dan sosial individu.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun