Nggak bisa dipungkiri kalau game-game zaman dulu memiliki tempat yang lebih istimewa di hati para gamer. Hal ini yang membuat banyak developer game untuk membuat ulang atau remake franchise game lama dengan berbagai perubahan dari sisi grafis dan gameplay. Strategi tersebut terbukti ketika Final Fantasy VII mendapatkan remake, banyak penggemar FF yang memberikan respon positif terhadap Square Enix.
Selain itu, Capcom pun me-remake beberapa seri Resident Evil, mulai dari seri II, III, sampai IV. Kemudian, ditambah dengan desas-desus bahwa game Silent Hill yang akan mendapatkan remake dalam waktu dekat ini. Tetapi, ada satu game keren yang terlupakan dan terbilang pantas untuk mendapatkan remake, yaitu Final Fantasy IX.
Ada beberapa alasan mengapa saya menyebut bahwa Final Fantasy IX sangat pantas untuk mendapatkan remake dari Square Enix. Apalagi, game ini pun nggak jelek-jelek amat, meskipun memiliki konsep yang lebih unyu ketimbang seri-seri FF yang lain. Berikut saya jelaskan alasan-alasannya.
Pertama, karakter yang memorable. Siapa yang nggak ingin melihat tampilan Zidane dengan grafis yang berkualitas tinggi? Pasti akan banyak gamer jadul yang berteriak kegirangan. Selain itu, banyak gamer pasti penasaran dengan wajah Putri Garnet yang dirubah menjadi lebih HD. Muka imutnya pasti akan lebih cantik dari yang dibayangkan, Tifa dan Aerith mah lewat!
Selain itu, Final Fantasy IX ini adalah seri FF terakhir yang menggunakan sprite atau kurcaci sebagai karakter. Sebut saja karakter Vivi, Beatrix, dan lain sebagainya. Karakter dengan bentuk hewan yang menyerupai manusia menurut saya adalah hal yang sangat Final Fantasy banget dan cukup disayangkan jika Square Enix nggak memberikan remake.
Kedua, cerita yang nggak kalah seru. Meskipun seri FF dengan cerita terbaik masih dipegang oleh Final Fantasy VII, namun Final Fantasy IX pun memiliki alur cerita yang nggak kalah menarik. Apalagi dengan sihir-sihirnya yang menarik, latarnya yang seperti berada di abad pertengahan, seolah memadukan Harry Potter dengan film-film zaman romawi.
Kisah cinta antara Putri Garnet dan Zidane pun nggak kalah romantis. Meskipun, di hati saya kisah Squall dan Rinoa tetap yang paling nyelekit di hati. Tetapi, Putri Garnet dan Zidane pun punya chemistry tersendiri yang pastinya akan sangat mengasyikan jika melihatnya dalam kualitas HD.
Soal cerita, karakter utama dari game ini pada dasarnya bukan Zidane, melainkan Vivi. Buat yang pernah main gamenya, pasti sadar bahwa sepanjang game, kita selalu difokuskan pada Vivi dan berbagai kisah tentangnya. Soal kekuatan, Vivi pun ternyata memiliki sihir dengan damage yang fantastis!
Villain yang ada di game ini pun nggak kalah memorable. Sebut saja Kuja, sang musuh utama dari game ini ternyata menjadi jahat karena memang dunia yang membuatnya menjadi seperti itu. Padahal, sebenarnya sifat asli Kuja ini sangat baik hati meskipun memiliki muka yang bikin sakit perut.
Ketiga, game ini menjadi seri paling disukai oleh kreator Final Fantasy Hironobu Sakaguchi. Tentu hal ini seharusnya bisa menjadi pertimbangan bagi Square Enix untuk membuat ulang game ini sehingga pengalaman bermain yang dulu didapatkan semakin seru dan mengasyikan.
Pastinya, para pemain game ini pun akan ingat tentang berbagai equipment menarik yang memadukan antara masa depan dan masa lalu. Apalagi kekuatan Zidane yang bisa berubah menjadi makhluk aneh berkekuatan tinggi tentu akan terlihat keren jika dibuat dengan tampilan grafis yang ajib!
Seri FF terakhir yang dirilis untuk PS1 ini bisa dibilang kurang dikenal, karena perilisannya sangat dekat dengan peluncurkan PS2. Meskipun begitu, game ini tetap memiliki tempat istimewa di hati para pemain game RPG di dunia, termasuk saya.
Dengan beberapa alasan, tentu sudah cukup meyakinkan agar game Final Fantasy IX ini mendapatkan remake. Apalagi, setelah seri ini sampai seri Final Fantasy XVI yang direncanakan rilis tahun depan, tidak ada game FF dengan konsep sprite yang unyu dan unik seperti Final Fantasy IX. Sehingga, tentu jika dibuat remake, akan ada banyak gamer yang berbahagia.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H