Pada era serba digital saat ini, salah satu aspek perubahan yang paling cepat mengalami perubahan adalah pendidikan. Tidak hanya sekadar perpindahan media pembelajaran dari buku cetak ke layar komputer saja, kini pendidikan dapat diakses dan disampaikan dengan cara yang berbeda sehingga inovasi ini memberi keuntungan yang signifikan pada dunia pendidikan, serta dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih dinamis dan menarik.
Inovasi dalam media pembelajaran digital kini semakin merambah kesemua aspek pendidikan. Contoh konkret yang saat ini sedang populer ialah platform bimbingan belajar daring Ruangguru yang menyediakan akses terjangkau pada ribuan siswa. Pada aplikasi ini, siswa tak hanya melakukan bimbingan belajar seperti bimbingan belajar konvensional, namun mereka dapat menyesuaikan jam belajar mereka sendiri, mengulang materi dan video pembelajaran yang telah tersedia, serta dapat mengukur kemajuan belajar mereka. Hasilnya adalah peningkatan yang signifikan terhadap pemahaman dan prestasi belajar siswa.
Kendati demikian, inovasi ini juga menimbulkan tantangan serta kekhawatiran. Mulai dari ketersediaan infrastuktur teknologi, akses yang tidak merata, kurangnya keterampilan berteknologi, hingga privasi keamanan dan data.
Dibutuhkan kolaborasi antar pendidik, institusi pendidikan, dan pemerintah untuk menanggulangi masalah-masalah tersebut. Seperti pengadaan infrastuktur dan akses pendidikan yang merata, pelatihan teknologi berkelanjutan bagi para guru dan staf, serta kebijakan dan prosedur perlindungan data yang kuat. Selain itu, keterlibatan orang tua untuk berperan aktif dalam mendukung pembelajaran digital anak-anak mereka juga sangatlah diperlukan. Mulai dari mengikuti perkembangan pembelajaran digital, mengidentifikasi sumber daya tambahan, dan lain-lain.
Kini Indonesia menduduki peringkat 10 besar terbawah berkaitan dengan tingkat literasi, hal ini juga mengindikasikan bahwa digitalisasi media pembelajaran dapat mengakibatkan distraksi digital pasa peserta didik. Maka dari itu, diperlukan keseimbangan antara media pembelajaran digital dan konvensional, karena keduanya berperan penting dalam pembelajaran yang holistik. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran yang bijak adalah pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi kedalam metode pembelajaran yang sudah ada guna menciptakan pengalaman pembelajaran yang seimbang.
Dengan perkembangan teknologi yang terus berlanjut, pembelajaran di abad ke-21 akan terus mengalami transformasi. Penting bagi kita semua, baik pendidik maupun siswa, untuk terlibat dalam percakapan ini dan berkontribusi pada perkembangan positif pendidikan di era digital ini.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H