Suasana ruang guru masih begitu sunyi. Kamu sengaja berangkat pagi, sejak semalam kamu benar-benar kacau sampai-sampai memejamkan mata saja enggan kamu lakukan.
Baru saja pintu terbuka lebar, aroma busuk langsung menghujam indra penciumanmu. Dengan cepat tanganmu menutup hidung dan pandanganmu tertuju pada meja milikmu.
Memastikan benda asing di atas meja itu, kamu buru-buru mendekat. Sebuah kotak yang tidak tertutup rapat itu membuatmu bisa mengintip isi di dalamnya.
Bangkai tikus tanpa ada apa-apa lagi.
Lekas kamu ambil kotak itu dan membuangnya ke tempat sampah. "Tumben sekali Bu Arimbi sudah sampai, baru jam setengah enam!"
"Pak, apa kemarin sepulang sekolah atau malamnya ada siswa yang masuk ke ruang guru?"
Pria di hadapanmu itu lekas menggeleng. Dia melirik ke arah tempat sampah dengan menutup hidungnya. "Ada bangkai, Bu?"
"Ya!"
"Astaghfirullah, kayaknya karena kemarin saya sebar racun tikus!"
Kamu lekas berlalu meninggalkan pria yang masih berada di dekat tempat sampah itu. Raut wajahmu menunjukkan ketidakpuasan atas ucapan pria tadi.