Mohon tunggu...
Adrianus Bareng
Adrianus Bareng Mohon Tunggu... Guru - Mengabdi Pada Nilai

Guru Bahasa Indonesia,Penulis,Pegiat Literasi di SMP Frater Maumere,Flores NTT

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Angin

21 Juni 2022   08:55 Diperbarui: 21 Juni 2022   09:10 107
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Dia membelaiku

Saat lelapku belum sempurna

Tidak memandang usia

Musim dan waktu

Tak satu pun mengenal wujudnya

Ketika gemuruhnya membongkar

Serunya malam pertama

Bidadari dan pangeran malam

Tak satu pun tahu

Jika malam berikutnya angin

Meliuk mawar berjumbu harum 

Dengan gelombang cinta

Yang membuka belahan lebar

Daun dadanya.

Ada risik dahan manggis 

Masih menanti lemahnya

Lenguhan angin yang menderu

Seru merayu saat gelora.

Seru angin menderu 

Dia liar tapi ada penghuni 

Yang menunggunya di segala musim

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun