Dengan terus konsisten mengenalkan alam serta menjelaskan keharmonian yang terjadi di alam kita juga dapat memberikan pesan kepada anak kita tentang pentingnya untuk terus menjaga kelestariannya.
Hal-hal sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan serta tidak membunuh dan merusak tumbuhan dan hewan yang tidak membahayakan adalah bentuk lain kita mengajarkan anak kita tentang pentingnya menjaga kelestarian alam.
Dengan mengajak anak langsung melihat alam kita secara tidak langsung juga mengajarkan bahwa harmoni yang ada di alam adalah hal yang harus diapresiasi dan terus dilestarikan. Jika tidak maka alam tidak akan seimbang dan pada akhirnya dapat merugikan kita juga manusia.
Praktik lebih mengena dan berkenang dibandingkan hanya dengan teori.
Dengan terjun langsung ke alam anak akan lebih mudah menyerap pengetahuan yang kita ajarkan terkait alam.
Semisal anak saya yang masih berumur tiga tahun sudah sedikit paham tentang proses metamorfosis yang terjadi pada berbagai macam serangga semisal kupu-kupu yang berubah dari telur lalu menjadi larva atau ulat lalu dilanjutkan dengan menjadi pupa atau kepompong dan akhirnya berubah menjadi kupu-kupu atau imago.
Jika hanya dengan buku bergambar mungkin informasi ini tidak akan mudah dipahami oleh anak dibandingkan dengan melihat langsung di alam.
Dengan melihat langsung telur kupu-kupu yang banyak menempel di dedaunan lalu melihat ulat bulu yang sering kita temui di sekitar rumah maupun kebun dan kepompong yang bergelantungan di berbagai tempat serta kupu-kupu yang terbang menghinggapi berbagai macam putik bunga, anak akan lebih antusias dan mengerti tentang informasi mengenai kehidupan alam yang akan kita sampaikan.
Dengan mengenalkan anak dengan alam juga kita mendidik mereka untuk aktif beraktivitas di luar ruangan.