Saatnya kita hentikan untuk saling mengejek dan mengadu domba satu sama lain. Tantangan ke depan adalah bagaimana masing-masing pihak dapat berperan dalam memajukan bangsa. Untuk Pak Jokow dan Ma'ruf Amin maka beban dan tantangan akan semakin berat. Periode kedua adalah sebuah ajang pembuktian bagaimana kepemimpinan Pak Jokowi khususnya untuk menunaikan janji-janji Bapak, karena jujur di akar rumput kita Indonesia masih memiliki banyak masalah seperti pendidikan dan kesehatan.Â
Beban hutang tidak semena-mena hanya ditambah jumlahnya, namun tidak diiringi dampak langsung pada masyarakat. Struktur anggaran yang pro kepentingan rakyat pasti dinantikan. Belum lagi para menteri punggawa pemerintahan khususnya bidang-bidang strategis perlu dengan sangat segera ditunaikan. Kita tidak dalam periode politik tukar guling sapi, sekarang kita membutuhkan politik yang dipenuhi kedewasaan, kemahiran, dan kepekaan dalam menyiasati bidang-bidang yang diamanahkan. Buktikan juga jika hasil pemilu bukan karena hasil kecurangan, bukan karena mengandalkan hanya kekuasaan,
Selain itu juga, kita akan merindukan sosok Pak Jusuf Kalla yang piawai dan kerap mewakili Pak Jokowi dalam forum internasional semisal sidang umum PBB. Pak Jokowi harus lebih berwibawa dan terampil untuk unjuk gigi dalam percaturan politik internasional, jangan hanya piawai di dalam kandang. Kita negara yang besar dan terhormat dan diproyeksikan menjadi 5 besar perekeonomian dunia di masa mendatang. Kyai Ma'ruf Amin harus dengan cepat menyesuaikan dan mempersiapkan dirinya sebagai wakil kepala negara dan kepala pemerintahan. Tidak hanya sebagai perlambang tetapi juga turun ke lapangan dengan secara cermat memahami isu-isu strategis nasional dan internasional.
Rakyat langsung dan pihak oposisi akan dengan lebih awas mencermati tindak tanduk pemerintahan Jokowi-Ma'ruf amin. Jangan sampai negeri kita nanti berujung pada krisis negara-negara yang tebruai akan kekayaan, namun gagal dalam pengelolaan seperti Venezuela dan beberapa negara latin lainnya, ataupun seperti beberapa negara arab yang krisis kepemimpinan dan terjebak dalam peperangan.
Saatnya kita untuk maju bersama dengan peran masing-masing. Semua mulia jika kita menjalankannya untuk kepentingan bangsa. Karena negara tanpa dukungan masyarakat dan semua elemen didalamnya hanya aan menjadi legenda dan tercatat di dalam sejarah saja. Karena 1 berkolaborasi dengan 2 akan menghasilkan 3 yaitu Persatuan Indonesia.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H