![sumber:jogjaholic.com_lokalisasi di sebuah kota kadang jadi pelarian kebutuhan biologis](https://assets.kompasiana.com/items/album/2021/06/19/14034216251394835375-60cde876bb448655c06086b3.jpg?t=o&v=555)
Mau lewat aplikasi monggo, mau yang calling duluan juga bisa. Mau yang profesinya emang PSK beneran, atau yang profesi lain tapi nyambi maaf kata " jual diri" sembunyi-sembunyi juga ada.Â
5. Penjaja jasa seks tak paham soal sakit jantung dan resikonya, tapi pengguna nya bisa saja sedang sakit jantung.Â
Karena bisnisnya hanya seputar uang dan layanan seks, hampir pasti penjaja seks atau Mami Papinya, tak bisa membedakan apakah konsumen sedang ada riwayat sakit jantung ato sakit tertentu, ataukah sehat -sehat saja.Â
Ditambah lagi umur bukan jaminan karena serangan jantung bisa menimpa yang masih muda dan terlihat bugar dari luar.Â
Manakala pelangganya sakaratul maut di atas perut mereka ketika sedang " main", mereka bisa apa. Teknik resusitasi jantung atau pertolonga pertama pun bisa saja ngga paham.Â
Apa yang harus dipahami terkait bahaya serangan jantung kala melakukan hubungan intim
Seks adalah aktitas yang membutuhkan energi. Sama seperti olahraga lain, melibatkan gerakan ditambah emosi. Untuk itu dibutuhkan sejumlah pengetahuan dan tips, seperti disampaikan seorang dokter spesialis, Dr.dr.Hudi Winarso, M.Kes .Sp.And pada video di bawah. Â
Mewaspadai mati mendadak saat berhubungan seks karena serangan jantung,referensi nya juga bisa dibaca di akhir tulisan. Penting mengenali diri sendiri dan menghindari faktor resiko.Â
Dalam hal perilaku seks, kembali pada masing-masing orang. Tak bisa juga dilarang karena kebutuhan biologis sifatnya pribadi dan rahasia. Selagi ada uang, seks pun bisa terbeli di luar batasan norma dan moral.Â
Bagi saya, rasanya masih lebih baik melakukan dengan pasangan halal. Ada yang bisa segera menolong dengan memberikan resusitasi jantung, atau dengan cepat mengantarkan ke rumah sakit.Â