Mahabbah Budaya sebagai salah satu dari program-program Lawang Ngajeng cabang Yogyakarta, merupakan kegiatan kultural dan terbuka untuk umum. Acara ini rutin diselenggarakan dua bulan sekali (dwi bulanan), yang di cafe-cafe simpatisan Lawang Ngajeng. Tujuan dari Mahabbah Budaya adalah sebagai fasilitator terjalinnya kebersamaan dalam bingkai perbedaan.
Pentingnya acara ini, sehingga mengajak semua kalangan yang memiliki minat dalam budaya dan kebersamaan, untuk hadir dalam Mahabbah Budaya. Harapannya, semua pihak bersama Lawang Ngajeng turut menyumbangkan gagasan serta apresiasi akan kreatifitas dalam prinsip kegotong-royongan untuk bangsa tercinta Indonesia. Mahabbah Budaya edisi November-Oktober disamping menampilkan beragam kreatifitas keluarga Lawang Ngajeng cabang Yogyakarta seperti teater, seni tari, band, hadroh, dan kesenian lainnya, juga menghadirkan pemateri yang berkompeten. Adapun pemateri yang sudah konfirmasi akan kepastian kehadirannya yaitu:
1.      Priyo Budi Santoso (Wakil Ketua DPR RI)
2.      Gus Wahyu NH Aly (Pengasuh Lawang Ngajeng/ Budayawan)
3.      Emha Ainun Nadjib (Budayawan)
4.    M. Jadul Maula (Penulis Buku/ Pengasuh Pesantren Kaliopak )
5.      Mimin Hariyanto (Dosen ISI)
6.      M. Shoim Haris (Penulis/ Novelis)
***
Tempat :Â ENGLISH Cafe, Jln. Nologaten, Sleman, Yogyakarta
Waktu : 13.00 (jam 1 siang) - selesai, Kamis, 18 Oktober 2012
Penampilan : Kreatifitas Lawang Ngajeng cabang Jogja seperti Seni Tari, Teater, band, hadroh, dan kesenian lainnya
***
FREE....:
Black Coffee
&
Novel Terbaru "Santri Kalong" by Shoim Haris
***
Kali ini Mahabbah Budaya membawakan tema:
"Reformasi Budaya; Mensinergikan Kekuatan Kultural dan Struktural untuk Indonesia Demokratis."
Upaya mensinergikan potensi kultural dengan struktural yang saat ini tersekat-sekat, akan dikupas secara mendalam oleh para pemateri.
Mengangkat isu sinergisitas potensi kultural dengan struktural, juga dikarenakan melihat realitas cepatnya kemajuan tekhnologi dan kencangnya arus globalisasi. Kekhawatiran terganggunya potensi kultural dan struktural yang sedang diupayakan dapat sinergis menjadi sangat wajar. Selekasnya ditunaikannya pun tak lagi pantas untuk ditawar.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI