Kesimpulan :
Masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan. Islam masuk ke Indonesia dengan jalan damai pada abad ke 7 dan mengalami perkembangan pada abad ke 13. Sebagai pemegang peranan terpenting adalah bangsa Arab, Bangsa Persia dan Gujarat. Melalui berbagai Jalur seperti Perdagangan, perkawinan, kebudayaan dan kesenian.
Pedagang tersebut ada yang menetap ada juga yang mendirikan perkampungan, misal dari Gujarat terdapat perkampungan Pekojan. Perkembangan Islam yang cepat menyebabkan muncul tokoh ulama yang menyebarkan Islam melalui pendidikan. Yaitu melalui mendirikan pondok pesantren.
Kesenian : pertunjukan gamelan, pertunjukan wayang. Sehingga memudahkan untuk penyebaran agama Islam.Â
Wali Sanga yang menyebarkan Islam di Pulau Jawa : Maulana Malik Ibrahim dikenal dengan nama syaikh Maghribi (Jawa Timur), Sunan Ampel atau Raden Rahmat (di Ampel Denta, Surabaya), Sunan Bonang -> putra dari sunan Ampel (di daerah Bonang atau Tuban), Sunan Drajat yaitu juga putra sunan Ampel (nama asli Syarifuddin, menyebarkan Islam di daerah Gresik atau Sedayu), Sunan Giri (Raden Paku, menyebarkan Islam di Gresik), Sunan Kudus (asli Syaikh Ja’far Shoddiq, di Kudus), Sunan Kalijaga (di Demak), Sunan Muria putra sunan Kalijaga (gunung Muria), Sunan Gunung Jati (syarif Hidayatulah, menyebarkan islam di Jabar Cirebon).
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H