Mohon tunggu...
Adica Wirawan
Adica Wirawan Mohon Tunggu... Wiraswasta - "Sleeping Shareholder"

"Sleeping Shareholder" | Email: adicawirawan@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Wajah Kebhinekaan Rumah Ibadah di Pasar Baru Jakarta

26 Februari 2023   17:52 Diperbarui: 26 Februari 2023   18:00 1596
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Trip Koteka/ dokumentasi Koteka Kompasiana

2. Sin Tek Bio

Terletak di sebuah gang yang sempit (Gang Kelinci), Sin Tek Bio adalah rumah ibadah berikutnya yang kami datangi. Saat awal melihatnya, kami sudah bisa mengetahui bahwa ini bukanlah rumah ibadah biasa.

Sin Tek Bio/ dokumentasi Adica
Sin Tek Bio/ dokumentasi Adica

Disebut demikian karena bentuk bangunannya sangatlah unik dan klasik. Hal ini bisa dimaklumi mengingat Sin Tek Bio sudah berdiri sejak 1968. Dari catatan sejumlah sumber, klenteng ini tadinya dibangun di daerah rawa.

Orang Tionghoa pada masa itu, yang kebanyakan berprofesi sebagai petani, mendirikan klenteng tersebut untuk kegiatan keagamaan, sekaligus pemujaan kepada leluhur. Sejak saat itulah Sin Tek Bio rutin dikunjungi oleh Umat Kong Hu Cu, Tao, dan Buddha.

Sin Tek Bio juga dikenal sebagai Vihara Dharma Jaya. Di dalamnya terdapat beragam jenis rupang, mulai dari Buddha, Boddhisatva, hingga para Dewa. Setiap rupang tadi sejatinya memiliki riwayat yang unik, yang mungkin tidak akan cukup disampaikan lewat tulisan ini.

Uniknya lagi, di salah satu ruang Sin Tek Bio, juga ada tempat khusus untuk persembahyangan Embah Raden Suna Kencana Winata.

Altar Embah Raden Suna Kencana Winata di Sin Tek Bio/ dokumentasi Adica
Altar Embah Raden Suna Kencana Winata di Sin Tek Bio/ dokumentasi Adica

Seperti diketahui, beliau merupakan anak dari Prabu Siliwangi yang begitu dihormati di bumi Jawa Barat. Sekiranya inilah wujud akulturasi yang menarik, yang terjadi di sini.

3. Gereja Ayam

Sesuai dengan namanya, Gereja Ayam mempunyai simbol ayam di atasnya. Simbol tersebut dulunya dibuat sebagai penunjuk arah mata angin, penangkal petir, atau pertanda khusus terkait Petrus yang menyangkal Tuhan Yesus sebanyak 3 kali.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun