Berinvestasi di Surat Berharga Ritel (SBR) yang diterbitkan pemerintah menawarkan pengalaman yang berbeda jika dibandingkan dengan berinvestasi di instrumen lainnya. Setidaknya itulah yang saya alami sewaktu membeli beberapa unit SBR Seri 003 pada tahun 2018 lalu.
Berbeda dengan seri-seri sebelumnya, pada waktu itu, pemerintah membuat sebuah "terobosan" dengan melakukan penjualan SBR secara online. Sejumlah bank dan perusahaan finansial teknologi (fintek) pun ditunjuk sebagai agen penjualan SBR. Hasilnya ternyata cukup memuaskan, sebab SBR tadi laris terjual hingga tembus 1,928 triliun rupiah!
Berdasarkan informasi dari sejumlah media, SBR tadi mayoritas "diborong" oleh generasi milenial. Maklum, dalam urusan transaksi secara online, generasi milenial memang lebih "lincah". Maka, jangan heran, begitu tersiar berita tentang penjualan SBR yang dilakukan secara online, maka, ada begitu banyak anak-anak muda yang tertarik membelinya.
Mungkin ada beberapa alasan yang membikin generasi milenial berminat berinvestasi di SBR. Di antaranya ialah terbawa tren investasi yang sedang booming di masyarakat.
Harus diakui, pada masa kini, berinvestasi adalah sesuatu yang mudah dilakukan. Jika dulu investasi terkesan "mahal" karena biasanya hanya bisa dilakukan oleh orang-orang tajir, namun, sekarang hampir setiap orang bisa melakukannya. Alhasil, kini investasi sudah menjadi tren gaya hidup yang banyak diikuti masyarakat.
Alasan lainnya, mungkin karena semangat patriotime. Penerbitan SBR memang dimaksudkan untuk menambal defisit anggaran untuk pendidikan dan infrastruktur. Oleh sebab itu, kalau seseorang membeli SBR tadi, maka, ia berkontribusi memajukan bidang pendidikan dan memperluas pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Apapun alasannya, berinvestasi di SBR memberi saya beberapa pelajaran yang cukup penting, sehingga bisa mengetahui plus-minus dari instrumen investasi yang satu ini. Berikut ialah 4 hal yang perlu diketahui tentang berinvestasi di SBR.
1. Cocok untuk Investor Konservatif
Bagi investor yang senang "bermain aman", maka, SBR adalah pilihan yang tepat. Sebab, semua dana yang diinvestasikan dijamin sepenuhnya oleh negara. Buktinya, sampai tanggal jatuh tempo, nominal bunga dan pokok yang wajib dibayarkan selalu disetor tepat waktu. Hal inilah yang menjadi wujud komitmen pemerintah kepada setiap investornya.
Nilai tadi tidaklah flat, sewaktu-waktu bisa bertambah sesuai dengan kebijakan pemerintah. Alhasil, setelah beberapa bulan berinvestasi di SBR, bunganya sempat naik hingga 8,55%, dan hal ini memperbesar nominal yang didapat investor.