Mohon tunggu...
Adhkia Dwi Anjani
Adhkia Dwi Anjani Mohon Tunggu... Wiraswasta - Mahasiswa Universitas Pamulang

Saya seorang mahasiswa di Universitas Pamulang Prodi Akuntansi S1 dan saya juga seorang Karyawan di PT.Adicipta Griyasejati sebagai Admin Legal. Saya berumur 20 tahun dan saya memiliki hobi membaca dan memasak. Saya menyukai boyband Korea yaitu NCT DREAM

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang Km 92 Arah Jakarta

15 November 2024   20:00 Diperbarui: 15 November 2024   20:14 58
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kecelakaan beruntun kembali terjadi di Jalan Tol Cipularang, tepatnya di Kilometer 92 arah Jakarta. Kejadian ini melibatkan beberapa kendaraan dan mengakibatkan lalu lintas macet total serta beberapa korban luka. Kecelakaan beruntun di jalan tol memang bukan hal baru, terutama di Cipularang yang terkenal dengan jalurnya yang curam dan sering berkabut. Berikut kronologi, penyebab, dan langkah pengamanan yang perlu diketahui.

Kecelakaan beruntun terjadi pada pagi hari sekitar pukul 07.30 WIB. Berdasarkan laporan saksi mata, kecelakaan dimulai saat sebuah truk bermuatan berat yang melaju dari arah Bandung menuju Jakarta mengalami rem blong. Truk ini kemudian menabrak kendaraan di depannya, menyebabkan reaksi berantai yang melibatkan beberapa kendaraan di belakangnya. Total kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan ini mencapai lebih dari 10 unit, termasuk mobil pribadi, bus, dan kendaraan berat lainnya.

Kecelakaan ini menyebabkan antrian panjang di ruas jalan tol Cipularang arah Jakarta, bahkan dilaporkan panjangnya mencapai beberapa kilometer. Tim evakuasi dan petugas jalan tol segera datang ke lokasi untuk mengatur lalu lintas dan membantu korban yang terluka.

Beberapa faktor utama yang diduga menjadi penyebab kecelakaan beruntun di Cipularang ini adalah:

1. Rem Blong pada Kendaraan Berat

Salah satu penyebab utama adalah truk yang mengalami rem blong saat menuruni jalan menurun dan curam. Truk tersebut tidak mampu mengontrol kecepatan dan menabrak kendaraan lain di depannya.

2. Kondisi Jalan yang Menurun dan Berkabut

Tol Cipularang, terutama di KM 90--100, dikenal sebagai jalur yang berbahaya. Kondisi jalan menurun tajam dengan tikungan-tikungan yang sulit dilalui, khususnya saat hujan atau berkabut. Pada saat kejadian, kabut cukup tebal sehingga mengurangi jarak pandang pengemudi.

3. Kurangnya Jarak Aman Antar Kendaraan

Banyak pengemudi yang cenderung memacu kendaraannya dengan cepat dan kurang menjaga jarak aman. Hal ini membuat kendaraan di belakang sulit menghindari kecelakaan ketika kendaraan di depannya mengalami masalah.

4. Kendaraan yang Kurang Terawat

Beberapa kendaraan, terutama kendaraan berat, tidak melakukan perawatan berkala sehingga kondisi rem dan mesin tidak optimal.

Kecelakaan beruntun ini menyebabkan beberapa orang mengalami luka-luka. Beberapa korban dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Kondisi ini tentunya berdampak pada mental pengemudi lain yang menyaksikan dan menambah beban kerja petugas kepolisian serta petugas jalan tol untuk mengamankan dan membersihkan lokasi kecelakaan.

Pihak berwenang dan pengelola jalan tol sudah mengambil beberapa langkah pengamanan, antara lain :

1. Penutupan Jalur Sementara

Untuk mempermudah proses evakuasi, jalur menuju Jakarta di sekitar lokasi kecelakaan ditutup sementara. Kendaraan dialihkan ke jalur alternatif untuk mengurangi kemacetan.

2. Evakuasi Kendaraan dan Penanganan Korban

Petugas medis dan tim rescue dari pengelola jalan tol segera melakukan evakuasi kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan. Korban luka dibawa ke rumah sakit terdekat.

3. Pengaturan Ulang Rambu dan Tanda Peringatan

Pengelola tol akan mengevaluasi penempatan rambu dan memperbanyak tanda peringatan di lokasi-lokasi yang rawan kecelakaan, khususnya di jalur yang menurun tajam.

4. Sosialisasi dan Edukasi Pengemudi

Kepolisian dan pengelola jalan tol juga terus mengimbau pengemudi agar lebih berhati-hati, khususnya dalam menjaga jarak aman dan melakukan perawatan kendaraan secara rutin.

Kecelakaan di Tol Cipularang ini seharusnya menjadi pengingat bagi semua pengemudi untuk mematuhi aturan lalu lintas, menjaga jarak aman, dan mengurangi kecepatan, terutama saat berkendara di jalur tol yang menurun tajam. Selain itu, pengecekan berkala pada kondisi kendaraan, khususnya pada bagian rem, ban, dan mesin, sangat penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan.

Kejadian tabrakan beruntun di Tol Cipularang KM 92 ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran dalam berkendara, khususnya pada jalur yang sudah dikenal rawan. Semoga ke depannya pengemudi dapat lebih waspada dan pengelola jalan tol dapat meningkatkan fasilitas keamanan di jalur-jalur berbahaya demi keselamatan bersama.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun