Mohon tunggu...
Adhe Novy Astuty
Adhe Novy Astuty Mohon Tunggu... Tutor - Mahasiswa

Semoga Bermanfaat

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Menjaga Kesehatan Mental Anak di Masa Pandemi

28 Desember 2020   11:33 Diperbarui: 28 Desember 2020   12:07 130
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Selain itu, adakan kegiatan interaktif dengan seluruh keluarga seperti bermain puzzle, Dengah hal ini bisa membantu menjaga anak-anak tetap terhubung dan merasa didukung.

3. Waspadai frustrasi

Di masa pandemi ini, kadar frustrasi anak-anak dan orang tua akan mengalami peningkatan. Orang tua bisa membiarkan anggota keluarga menggunakan waktunya untuk menyendiri, menghormati privasi, dan menyarankan kegiatan yang penuh perhatian seperti meditasi, yoga, atau jalan-jalan di lingkungan untuk membantu mengatur emosi.

4. Cek tingkat kecemasan

Orang tua juga harus bisa mengelola stres, ketakutan, dan kecemasan dirinya sendiri sebelum mengelola emosi anak-anak. Karena anak-anak melihat dari orang tua mereka, jika orang tua tidak dapat mengontrol emosi sendiri maka anak-anak akan merasakan kecemasan orang tua.

5. Perhatikan kegiatan anak-anak dalam menyikapi berita televisi, radio atau berita online

Selama pandemi membuat anak-anak berada di rumah saja, sehingga screen time menjadi meningkat. Terlalu banyak informasi mengenai COVID-19 berpotensi meningkatkan kecemasan pada anak-anak. Informasi yang formatnya diperuntukkan untuk orang dewasa, bukan untuk anak-anak juga dapat menimbulkan kecemasan dan kebingungan, terutama pada anak-anak yang masih kecil dan belum memiliki kemampuan analisa yang baik. Bantu anak untuk belajar menyaring informasi yang tidak akurat atau hoax serta ajak anak-anak mendiskusikan hal tersebut.

6. Bantu anak mencari alternatif aktivitas

Kebosanan dan kejenuhan adalah hal yang wajar dialami anak-anak selama pandemic di rumah, sehingga berpotensi memunculkan berbagai emosi negatif. Apabila anak bosan dengan mainan yang mereka miliki, ajak mereka membaca buku, libatkan mereka dalam aktivitas memasak, bercocok tanam, membersihkan rumah, merawat peliharaan, membuat karya, atau mencoba hal-hal baru lain yang belum mereka lakukan. Sesekali mengajak anak untuk beraktivitas di luar rumah, menghirup udara segar juga baik untuk kesehatan mental mereka. Tentunya dengan memilih lokasi yang aman dari kerumunan orang dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang disarankan pemerintah

7. Menjadi contoh yang baik bagi anak

Orang tua perlu mencontohkan cara menjaga kesehatan fisik dan mental dengan baik, karena anak-anak banyak belajar dari apa yang orang tua lakukan. Contohnya rajin mencuci tangan, banyak minum air putih, berolahraga, melakukan hobi yang menyenangkan di rumah, serta banyak berdoa untuk menenangkan diri. Apabila anak cenderung fokus pada pikiran negatif yang membuat mereka cemas atau sedih, bantu mereka untuk bepikir lebih optimis.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun