Mohon tunggu...
Wahyu Liz Adaideaja
Wahyu Liz Adaideaja Mohon Tunggu... profesional -

*Penderita Humor Ganas Stadium Balapan. Pembicara Seminar Kewirausahaan, Brand Communication Expert, Indonesian Senior Copywriter. Author of Emperpreneur: From Emperan to Empire. Sebelum baca karya-karyanya, sediakan selalu P3K (pertolongan Pertama Pada KeceKaKaan). http://www.adaideaja.com

Selanjutnya

Tutup

Money Artikel Utama

Ini Trik Marketing "Online Shop" supaya Laris

9 Maret 2018   16:21 Diperbarui: 9 Maret 2018   21:24 4194
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber ilustrasi: Shutterstock

Online shop (olshop) makin marak, persaingan makin ketat. Seolah semua pingin jualan online. Jualan online memang banyak kemudahannya. Ada yang karena melihat peluang bahwa olshop itu bisa dengan modal sekecil-kecilnya, bahkan ada yang hanya modal update status saja, jadi dropshipper, sudah bisa berjualan.

Saya sendiri mulai jualan produk secara online sejak 2008. Saat itu media-ya masih sedikit, era Friendster. Facebook baru masuk awal-awal 2009. Saat itu pula pola komunikasi terbangun melalui email, Dan komunikasi dalam komunitas menggunakan mailing list.

Berkembang, media jadi banyak banget. Saking banyaknya saya mengelompokkan menjadi 3 media:

  1. Website/blog/marketplace
  2. Sosial media: FB, IG, Path, Twitter
  3. Sosial chat: WA, BBM, LINE, Telegram

Kemudian saya mengamati mereka-mereka yang sukses berjualan online. Kesimpulannya, UKM Indonesia hebat-hebat, Jago internet marketing. Mereka yang hebat ini punya satu kesamaan: konsisten

Ada yang konsisten pakai Facebook, tidak pakai media yang lain, sukses. Ada yang dari awal jualan mengandalkan website, jarang bersosmed, bisa sukses juga. Ada yang kekinian, jualan via Instagram, nggak Facebook-an, sukses juga. 

Kuncinya: konsisten

Sampai di sini ada pertanyaan? Kalau tidak kita lanjutkan. Tapi intisari dari kunci sukses olshop supaya laris jualan sudah kita dapatkan ya, yakni Konsistensi.

Nah, kalau saya, hal apa yang saya konsisten melakukannya atau menerapkannya dari awal jualan online hingga sekarang?

POSKAMLINK

POSting, KoMentar, dan ngeLiNK

adaideaja.com
adaideaja.com
POSTING

Manfaatnya dalam mendukung larisnya jualan:

  1. Tercatat di Google, bahasa keren-nya SEO (Search Engine Optimization), tapi versi saya SEO (Supoyo Entuk Order)
  2. Meninggalkan jejak digital, supaya lebih trusted, terpercaya, valid
  3. Memberikan inspirasi (ini penting, sesuai visi: sukses jangan sendirian, ajak-ajak yang lain, minimal menebar inspirasi)
  4. Ketika fokus berkarya, tak perlu lagi banyak promosi

KOMENTAR

Yang dimaksud komentar di sini bukan sebatas ngisi di kolom comment, tapi ini hanya istilah saja untuk arti luasnya: interaksi, engagement.

Nah, apa wujudnya kalau dalam dunia olshop? Bisa chat, nanya-nanya, jawab-jawab. Yang konsisten, yang saya lakukan adalah:

  1. Bikin postingan yang lucu-lucuan, always original, kalau bikin memesaya bikin 100% ori, tidak repost. Nanti impact yang didapat lebih merasuk dalam jiwa. mantaaab soul
  2. Menyapa rekan, mitra online, follower juga, tulus tanpa SOP (standard operating procedure)
  3. Fast Response

Saya tambah note urgent untuk teman-teman olshop:

  1. Selalu balas chat. Bales cepet itu jauh lebih besar kemungkinannya, transaksi jadi closing
  2. Jangan pernah membiarkan last seen jam 7 tapi chat jam 5 nggak di-read, itu bikin nyesek
  3. Kenali siapa yang chat. Saya kadang dengan nomer WA yang masuk, saya lacak sampai bisa kenal dengan keluarganya, plat kendaraannya, hobinya. Pakai teknologi pelacak nomer HP sih. Ya ini sekunder aja, tidak wajib.
  4. Kemudahan dikontak. Saya menggunakan 60-an media, dan semuanya aktif, jadi dicari di mana-mana mudah dan sangat mudah dikontak, ada kenyamanan dan kepastian balasan
  5. Buat yang olshopnya pre-order seperti saya jual boneka custom, yang harus dengan waktu tunggu, beri kepastian (jawaban)

Saya pernah jadi customer dan rasanya nggak nyaman kalau seller itu hapenya nggak aktif, padahal kita lagi order dan barangnya sudah mau deadline/dipakai.

Maka saya menempatkan diri, di-PHP-in itu nggak enak.

Sebagai seller, saya selalu berani menjawab. Jualan pre-order itu seperti orang punya utang dikejar-kejar ditagih. Banyak yang ngumpet, Whatsapp-nya last seen yesterday, ditelepon gak masuk. nyesek banget. Orang dibales itu leganya 90%. Tinggal 10% jawaban teknis seperti perkiraan barang ready, dll.

Catet: selalu berani menjawab

NGE-LINK

Nge-link bukan hanya sekadar naruh link secara online. Maknanya bisa luas, online dan offline.

Arti nge-link di sini adalah bagaimana produk jualan olshop kita itu terberitakan dengan baik sampai ke pelanggan. Bahkan tanpa iklan (lihat kembali poin KOMENTAR)

Yang saya lakukan:

  1. Beri kejutan ke pelanggan yang berkesan, bahkan dengan minim biaya
  2. Saya suka kirim surat tulis tangan, dikirim, itu berkesan banget lho
  3. Kirim kartu ucapan yang unik, juga berkesan
  4. Sebulan sekali saya ada jatah promosi ngasih boneka gratis ke pelanggan maupun yang bukan pelanggan
  5. Packaging yang berkesan bahkan sebelum isinya dibuka, packaging paketan maupun packaging produk
  6. Berbagi pengalaman melalui wawancara, liputan, dsb

Itulah hal-hal yang teknis dan nonteknis untuk olshop supaya jualannya makin laris, insyaallah

Saya Wahyu Liz Adaideaja

Semoga mengharukan

iG : @adaideaja

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun