Meskipun tren menuju masyarakat tanpa uang tunai semakin meningkat, apakah kita benar-benar berada di ambang era tanpa uang kertas masih menjadi pertanyaan terbuka. Sementara negara-negara maju seperti Swedia, Norwegia, dan China tampaknya bergerak cepat menuju penghapusan uang tunai, di banyak bagian dunia, uang fisik masih menjadi alat pembayaran utama.
Banyak pakar berpendapat bahwa meskipun penggunaan uang tunai akan terus menurun, kemungkinan besar uang kertas tidak akan sepenuhnya menghilang dalam waktu dekat. Beberapa negara, seperti Jerman dan Jepang, masih memiliki budaya yang sangat kuat dalam menggunakan uang tunai. Di sisi lain, di negara-negara berkembang, uang tunai tetap menjadi satu-satunya bentuk mata uang yang dapat diakses oleh sebagian besar masyarakat. Faktor-faktor ini menunjukkan bahwa transisi ke masyarakat tanpa uang tunai akan terjadi secara bertahap dan tidak seragam di seluruh dunia.
Meskipun demikian, perkembangan teknologi pembayaran digital dan perhatian yang semakin besar terhadap efisiensi dan inklusi keuangan menunjukkan bahwa masa depan tanpa uang kertas mungkin akan menjadi kenyataan pada titik tertentu. Tantangan utama adalah memastikan bahwa transisi ini terjadi secara inklusif dan adil, tanpa meninggalkan bagian masyarakat yang paling rentan. Dengan demikian, meskipun era tanpa uang kertas mungkin belum sepenuhnya tiba, langkah-langkah menuju ke arah tersebut semakin jelas terlihat di cakrawala keuangan global.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H