Siapa yang tidak suka dengan makanan atau minuman. Setiap orang pasti suka dengan kedua jenis aktivitas tersebut. Mau jalan-jalan ke mal, ke lokasi wisata, pasti satu hal yang tidak bisa di hindari adalah melakukan aktivitas makan dan minum.Â
Dengan jumlah penduduk Indonesia yang saat ini berjumlah 267 juta jiwa, wajar jika bisnis  F&B banyak diminati orang.Â
Indonesia sebagai negara berkembang, memang menyimpan banyak potensi bisnis yang menarik untuk di kembangkan. Seperti bisnis F&B, hingga memasuki tahun 2019 kondisinya menunjukkan tren yang meningkat.Â
Dari tahun 2016 angkanya masih berada di US$ 10,43 miliar, namun 2 tahun berikutnya meningkat dari 2017 ; US$ 11,50 miliar dan 2018 : Rp844,35 triliun.
Peningkatan signifikan yang terjadi pada bisnis F&B memang tidak hanya terjadi pada wilayah Jabodetabek semata. Tetapi lebih dari itu, kondisi peningkatannya merata, terutama di beberapa daerah atau kota besar yang ada di Indonesia. Ambil contoh Surabaya, dengan peningkatan yang sebesar 20% maka bisa dikatakan bahwa Surabaya potensi baru  bisnis F&B.
Melihat menariknya kondisi yang terjadi dalam bisnis F&B  di Indonesia. Setidaknya ada beberapa hal yang membuat bisnis ini  begitu cepat perkembangannya. (1) Secara demografi Indonesia memiliki jumlah penduduk yang cukup besar.Â
Ada sekitar 267 juta jiwa, dan sudah pasti mereka butuh makan dan minum (2) Indonesia masih masuk dalam kategori  negara berkembang. Sehingga karakter masyarakatnya suka akan aktivitas berbelanja, termasuk  belanja makan dan minum.
Memang bisnis F&B akan berjalan mengikuti tren yang sedang terjadi. Sama hal nya dengan yang terjadi di Indonesia. Â Tren coffee lifestyle menjadi salah satu bentuk tren yang saat ini sedang banyak diminati oleh pebisnis F&B.Â
Sementara untuk kategori makanan, model makanan nusantara akan menjadi pesaing utama dari makanan cepat saji  yang kebanyakan dari luar Indonesia.
Seperti itulah kondisi terkini bisnis F&B di Indonesia. Namun satu hal yang perlu menjadi perhatian para pelaku bisnis F&B di Indonesia. Bahwa ketika ingin mengembangkan bisnis F&B nya satu hal yang mesti menjadi perhatian adalah peran customer selaku penentu akhir.Â
Karena berkat dukungan  mereka-lah bisnis yang anda jalankan akan selalu berorientasi ke customer.
SISTEM CRM, KUNCI SUKSES DALAM MENJALANKAN BISNIS F&B DI INDONESIA
Jika di atas kita sudah  tahu seperti apa menariknya potensi yang  ada di Indonesia.  Sebuah kondisi yang membuat bisnis F&B ini begitu memberikan potensi bisnis yang menguntungkan. Namun kondisi itu belum cukup, mengingat persaingan di bisnis ini begitu ketat. Maka satu hal yang mesti di lakukan adalah mencoba melakukan strategi marketing yang berbeda.
Beruntung saat ini Indonesia sudah masuk dalam Era Industri 4.0. Artinya bahwa semua sektor bisnis sudah mesti memanfaatkan teknologi informasi untuk menunjang bisnis yang mereka jalankan.Â
Dan untuk bisnis F&B, beberapa perangkat berikut bisa menjadi contoh bagaimana memaksimalkan perangkat teknologi informasi untuk menunjang bisnis.
Beberapa  hal tersebut seperti : pemanfaatan Artifical Intelligence (AI), Internet of  Things (IOT), Big Botics serta aplikasi 3D Printing.  Beberapa perangkat tersebut bisa menjadi instrumen menarik dalam sebuah konsep promosi. Sehingga pada akhirnya keberadaan teknologi bukan  untuk di hindari tetapi dimaksimalkan untuk peningkatan omzet perusahaan.
Menarik memang ketika kita tahu bagaimana melakukan strategi bisnis yang jitu agar bisnis yang kita jalankan bisa sukses. Terkait keterlibatan customer dalam sebuah bisnis, adalah Handri Kosada, CEO Barantum memberikan perspektif bisnisnya.Â
"Jika saat ini anda perlu memaksimalkan potensi customer maka sistem CRM mampu menjadi mitra strategis  bisnis anda," kata Handri.
Apa yang disampaikan oleh Handri, jika diimplementasikan dalam sebuah bisnis akan menjadi seperti berikut ini.Â
CRM adalah sebuah sistem yang ada pada Era Industri 4.0, di mana perannya adalah  mendekatkan customer kepada manajemen perusahaan. Sehingga bisa dikatakan keunggulan yang diberikan oleh CRM lebih kepada menjadikan customer menjadi loyal customer.
Untuk menjelaskan konsep yang bisa di jalankan oleh CRM adalah seperti bisnis McDonald. Kita semua  tahu bisnis ini adalah franchise dari Amerika Serikat.Â
Produk awalnya memang Hamburger, tetapi jika kondisi itu dipertahankan maka kita yakin Mc Donald akan di tinggalkan. Nah yang menarik adalah Mc Donald mencoba membuat variasi makanan yang berbeda dengan aslinya.
Coba apa yang terjadi saat ini, di outlet Mc Donald kita bisa jumpai menu paket nasi putih. Atau menu lain yang di sesuaikan dengan kondisi pasar sekitar outlet yang ingin dilayani. Pertanyaannya  adalah, dari mana mereka bisa melakukan strategi marketing seperti itu.Â
Itulah fungsi CRM, karena dari situlah manajemen bisa mendapatkan masukan apa yang di butuhkan oleh customer.
Contoh kasus yang kami sampaikan diatas adalah salah satu keunggulan dari sistem CRM. Pada intinya perspektif bisnis yang disampaikan oleh Handri sangat tepat. Karena hal itu sangat berguna untuk memajukan bisnis F&B Â yang sedang di jalankan.Â
Karena CRM itu sendiri pada akhirnya bisa menjadi Divisi R&D  bagi pelaku bisnis F&B yang  bersangkutan.
STRATEGI Â MEMAKSIMALKAN TEKNOLOGI DIGITAL,KUNCI SUKSES MERAIH HATI CUSTOMER
Dengan melihat kondisi diatas, Â kesimpulannya adalah bahwa CRM mampu menjadi media efektif untuk mendekatkan customer ke perusahaan.Â
Namun hal itu belumlah cukup untuk memaksimalkan potensi bisnis perusahaan F&B. Karena itu, langkah selanjutnya adalah memaksimalkan aplikasi teknologi guna meningkatkan omzet  penjualan produknya.
Setidaknya dengan bantuan teknologi informasi, sebuah produk bisa di arahkan menjadi media creative yang berbeda. Karena salah satu keunggulan dari teknologi informasi memang di arahkan untuk mempromosikan produk dengan cara yang unik dan menarik. Â
Mengingat akan banyak cara yang bisa di jalankan untuk mempromosikan produk dengan bantuan teknologi informasi.
Setidaknya ada beberapa strategi bisnis yang di jalankan dengan memaksimalkan keunggulan teknologi informasi. (1) Produk yang bersifat Instagrammable. Artinya produk yang di promosikan harus memiliki nilai seni yang instagrammable. Â Mungkin kita bertanya bentuknya menarik, lantas apa soal rasa menjadi prioritas ke-2. Tidak, karena rasa tetap jadi prioritas.
(2) Pemesan menu makanan dengan menggunakan perangkat teknologi. Mungkin bisa dengan model layar sentuh yang ada di meja customer. Intinya customer akan mendapatkan sebuah experience yang berbeda, sehingga customer tidak hanya mendapatkan sebuah rasa. Tetapi berkunjung ke outlet makanan itu sekaligus mendapatkan pengalaman yang berbeda.
(3) Aplikasi kasir yang tidak manual lagi. Konsep teknologi berbasis Cloud menjadi pilihan utamanya.Â
Strategi ini pun bertujuan untuk menekan kerugian bagi sisi pemilik dari pada administrasi dikelola secara manual. Sehingga outlet bisa di kelola secara technology minded. Â Dan bisnis F&B akan menjadi sebuah entitas bisnis yang berpola bisnis masa depan.
(4). Perlunya menambahkan perangkat e-commerce dan marketplace untuk bisnis F&B yang bersangkutan.Â
Artinya apa, bahwa dengan bantuan teknologi, maka pendapatan yang bisa di raih pemilik bisnis F&B tidak hanya berasal dari satu sumber. Selain outlet nyata, maka pemilik juga bisa membuat outlet maya sebagai pelengkap dari bisnis F&B nya.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI