
TTIMBULgara-gara yang teramat dahsyat di negeri Gilingwesi. Gara-gara itu bermula ketika Prabu Watugunung tidak sengaja menikahi ibu kandungnya sendiri yakni Dewi Shinta.Â
Karena permohonan Dewi Shinta yang ingin dimadu dengan bidadari Jong Giri Saloka (Suralaya), Prabu Watugunung yang disertai duapuluh enam saudaranya -- Tolu, Gumbreg, Wariga, Warigagung, Julung, Sungsang, Galungan, Langkir, Mondhasia, Julungpujut, Pahang, Kuruwelut, Marakeh, Tambir, Madhangkungan, Maktal, Wuye, Manail, Prangbakat, Wugu, Ringgit, Kulawu, Dhukut, Landhep, Wukir, dan Kuranthil meninggalkan Kerajaan Gilingwesi -- pergi ke kahyangan Jong Giri Saloka untuk melamar salah satu bidadari. Karena lamarannya ditolak oleh Sang Hyang Bathara Guru, Watugunung beserta seluruh saudaranya menggempur kahyangan.

 Menyampaikan pesan pada Sang Hyang Bathara Wisnu yang bertapa di Waringinsapta untuk menghadapi Prabu Watugunung yang berhasil menduduki Jong Giri Saloka. Bila dapat membunuh Watugunung, dosa Wisnu yang tidak sengaja menikahi Ni Mbok Medang akan diampuni.
Mendengar pesan Sang Hyang Bathara Guru yang disampaikan Narada, Sang Hyang Bathara Wisnu bersedia meredam keangkaramurkaan Prabu Watugunung. Akan tetapi sebelum menghadapi raja dari Gilingwesi beserta seluruh saudaranya, Wisnu meminta izin untuk pulang ke Medang.Â
Setiba di tujuan, Wisnu berbahagia. Karena, Ni Mbok Medang istrinya yang sewaktu ditinggalkan tengah mengandung itu telah melahirkan putra laki-lakinya. Oleh Wisnu, anak itu diberi nama Raden Srigati. Sebagaimana ayahnya, anak itu berparas tampan, gagah sentosa, dan sakti mandraguna.
Bersama Raden Srigati, Sang Hyang Bathara Wisnu menghadapi Prabu Watugunung dan seluruh saudaranya. Prabu Watugunung tewas di tangan Wisnu melalui senjata Cakra Baskara. Sesudah Prabu Watugunung tewas, Wisnu diizinkan oleh Sang Hyang Bathara Guru untuk menjadi raja kembali di tanah Jawa. Hidup berbahagia bersama Ni Mbok Medang dan Srigati.
Baca juga : Peninggalan Napoleon Bonaparte hingga Hubunganya dengan Raja Jawa
Oleh Sang Hyang Batahara Guru, Bathara Narada diperintahkan untuk pergi ke Gilingwesi. Menyampaikana kabar pada Shinta bahwa Prabu Watugunung tewas di medan laga. Mendengar berita duka dari Narada, Shinta terpukul hatinya.Â
Karena kecintaanya pada suami dan sekaligus anak kandungnya itu, Shinta menghadap Sang Hyang Bathara Guru. Memohon agar Prabu Watugunung dihidupkan kembali. Permohonan Shinta dikabulkan. Sesudah hidup kembali, Prabu Watugunung diangkat oleh Sang Hyang Bathara Guru untuk menggenapi dewa.