Hal ini juga diamini oleh dr Florentina M Rahardja, M.Gizi, Sp. GK, Dokter Spesialis Gizi Klinis yang turut hadir dalam webinar. dr Florentina menyatakan bahwa kondisi stunting ini disebabkan malnutrisi. Kemampuan masyarakat untuk mengonsumsi sayuran dan buah-buahan semakin menurun di tengah wabah Covid-19.
Jika gizi dan vitamin yang bisa didapatkan dari buah-buahan dan sayuran segar ini tidak dicukupi dengan baik, dampak yang ditimbulkan memiliki efek jangka pendek dan efek jangka panjang.
Gejala stunting jangka pendek meliputi hambatan perkembangan, penurunan fungsi kekebalan, perkembangan otak yang tidak maksimal. Hal ini dapat memengaruhi kemampuan mental dan belajar tidak maksimal, serta prestasi belajar yang buruk.
Program #SunprideBuatKebaikan yang digerakkan Sunpride ini, mengajak masyarakat untuk memgonsumsi buah-buahan berkualitas, serta membantu anak-anak yang kekurangan gizi dengan berbagi di saat pandemi.
Konsumen Sunpride bisa membantu masyarakat yang membutuhkan, dengan membeli buah-buahan berkualitas yang didistribusikan Sunpride di berbagai gerai maupun swalayan.
Peluncuran program #SunprideBuatKebaikan turut dihadiri oleh beberapa NGO di antaranya: Yayasan Waroeng Imaji, ReachOut Foundation dan Foodbank of Indonesia.
Sunpride juga telah menyalurkan donasi ke berbagai sekolah, kampus, organisasi sosial, dan sebagainya.
Beberapa NGO turut hadir dalam webinar ini, yaitu Yayasan Waroeng Imaji, ReachOut Foundation dan Foodbank of Indonesia.
Karenanya, program #SunprideBuatKebaikan turut didukung oleh Ketapels.
Ketapels, Silaturahmi, Berbagi, Inspirasi
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H