Aku melirik ke arah surat cintaku yang sengaja aku letakkan di kursi penumpang tepat di sebelahku. Kok jadi halu? Malah yang kebayang Manda duduk di sampingku.
Hahahaha...
"Hai..hai.. balik lagi sama kita nih, radionya anak Jakarta. Jam makan siang gini enaknya pasti ditemenin bareng kita dong. Ada yang mau request lagu, pasti kita puterin deh! Menu makan siang Lo apa nih? Kalau gue sih karedok, menu favorit gue.." obrolan penyiar itu dengan gaya bicara ter-santuy.
Entah kenapa aku langsung sreg dengan stasiun radio ini. Namanya Radio Hot Latte FM. Di sepanjang jalan aku menikmati setiap lagu yang diputar. Bahkan beneran ada beberapa orang yang request lagu dan langsung diputerin.
Waahhh...
Ini sangat menyentil jiwaku yang sekarang lagi bergejolak karna cinta. Gimana kalau aku coba request lagu, sabi kali ya? Buat Manda! Hehehe...
Aku mengetik sesuatu di dalam ruang obrolan lewat direct message...
"Halo Mas/Mbak penyiar, mau request lagu boleh? Lagunya buat seorang wanita di Bandung. Tapi jangan sebutin nama saya yang nge-request, anonim aja..."Â
Nah ini nih.. Akhirnya sampai juga. Aku turun dari mobil dengan perasaan deg-degan. Takutnya si mbak juga nanyain kok suratnya wangi banget? Aku harus jawab apa? Apa aku harus nyanyi, cikini ke gondangdia. Ku jadi begini gara-gara dia, Manda. Eak!
"Mau ngirim surat, Mbak." Aku menyerahkan surat itu yang akan aku kirim ke Bandung Wetan.
"Baik, tunggu sebentar ya, Mas. Ini dikirim ke Bandung ya, penerimanya atas nama Manda. Suratnya mau dibuatin layanan asuransi, Mas?"