Mohon tunggu...
Hanif Ahmad
Hanif Ahmad Mohon Tunggu... Koki - Bekerja sebagai Head Pastry Chef

Shilaturahmi dengan menulis di RPHA Cianjur/Jakarta

Selanjutnya

Tutup

Sosok

Pilihan Pasti Beda tetapi yang Menang Harus Kita Dukung

8 Februari 2024   06:12 Diperbarui: 8 Februari 2024   13:11 72
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Bi Ristha : 

Mang Nata, hayoh sekarang pilih siapa capres dan cawapres 2024 ? 

Mang Nata : 

Ari Bibi kan memilihnya juga belum, bagaimana mau menjawab siapa pilihan Mang Nata. Kan kita tidak boleh mengatakan sesuatu yang tidak pernah kita lakukan.

Bi Ristha : 

Maksud Bibi itu akan memilih siapa, atau mendukung siapa Mang Nata ? 

Mang Nata : 

Meraka capres dan cawapres harus kita kasih kesempatan untuk berkampanye Bi. Apa yang akan mereka tawarkan, sambil melihat apa yang sudah mereka sudah karyakan. 

Bi Ristha : 

Memang capres dan cawapres yang sekarang itu ada kelebihan dan pasti ada kekurangannya. Tidak ada yang paling sempurna, kalau menurut Bibi mah.  

Mang Nata : 

Sampai tahap ini saja Mang Nata mah punya pendapat kalau jadi pemimpin itu karena takdir atau bisa juga sebuah ujian. 

Bi Ristha : 

Maksudnya bagaimana Mang Nata? 

Mang Nata : 

Hanya ada enam orang yang terpilih jadi capres dan cawapres. Kita mungkin tidak pernah tahu sebelumnya. Padahal diluar sana masih banyak warga negara yang lebih bagus untuk memimpin negeri ini. Bagaimana pun juga mau dihalang-halangi, dituduh ini itu, dihina, difitnah dan lain sebagainya. Kalau sudah takdir pasti tetap jadi pemimpin. 

Bi Ristha : 

Kalau pemimpin itu sebuah ujian bagaimana Mang Nata? 

Mang Nata : 

Adakalanya seorang pemimpin membuat keputusan tidak sesuai dengan selera yang inginkan, kadang seorang pemimpin itu seperti berlaku zolim atau tidak adil. 

Bi Ristha : 

Kenapa bisa begitu Mang Nata? 

Mang Nata : 

Seorang bawahan itu adakalanya hanya berpikir akan dirinya atau ia hanya melihat masalah yang ia hadapi saja. Tetapi seorang pemimpin itu seibarat ia berdiri diketinggian yang bisa melihat masalah semuanya. Dan adakalanya ia harus membuat keputusan dalam hitungan detik untuk sebuah prioritas. Maka disinilah sebuah ujian untuk taat kepada pemimpin sejauh bukan sebuah kejahatan. 

Bi Ristha : 

Ok lah Mang Nata, terus hikmah apa dalam ajang pemilu seperti sekarang ini menurut Mang Nata ? 

Mang Nata : 

Pilihan kita boleh beda tetapi ketika paslon tersebut sudah memenangkan pemilu, haruslah kita dukung. Kita ucapkan selamat dengan harapan doa kebaikan untuk kemajuan bangsa Indonesia. Kelebihan dan kekurangan itu wajar dan normal, termasuk untuk para paslon atau untuk capres dan cawapres terpilih nanti. 

(Cerita Mang Nata untuk Indonesia)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosok Selengkapnya
Lihat Sosok Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun