Perkembangan tekhnologi sudah banyak memberikan dampak pergeseran atau perubahan adab budaya prilaku manusia.
Salah satu kemajuan tekhnologi yang tidak bisa dibendung adalah hadirnya smartphone. Sehingga hampir segala kebutuhan manusia bisa dipasilitasi dari benda kecil yang ada digenggaman tangan ini.
Pada waktu beberapa tahun kebelakang. Menonton film di bioskop misalnya masih merupakan rutinitas hiburan sebagian orang untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga, sahabat atau calon pasangan.
Dengan hadirnya smartphone, sarana hiburan yang satu ini. Film pilihan begitu mudahnya di downloud untuk ditonton dari manapun kita berada.
Bahkan tidak hanya sampai disitu saja, setiap orang bisa berkaya membuat film itu sendiri. Seperti yang terdapat di cannel-cannel youtobe yang ribuan jumlahnya. Pendapatan dari pembuatan film-film tersebut sangatlah mengiurkan juga.
Ada satu film pendek yang ingin penulis rekomendasikan dalam tema solidaritas, lewat pencarian di youtobe. Sebagai hasil karya kreatifitas anak-anak bangsa. Sebuah kisah tentang rasa empati yang tidak jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebuah kejadian mogoknya motor vespa di jalanan. Yang pasti sebagian orang pernah mengalaminya walau tidak sama persis. Tentunya ini adalah sebuah keadaan yang menyulitkan. Penyakitnya bisa bermacam-macam, bojor ban, busi yang tidak berfungsi, lepas rantai dan lain sebagainya.
Karena banyak orang mengalami hal tersebut. Sehingga sangat mudah timbul rasa empati. Kemudian dari rasa empati tersebut  timbul sikap solidaritas untuk spontan memberikan bantuan. Bahkan orang-orang ini yang menolong dan ditolong tidak saling kenal sama sekali.
Kisah sederhana ini memberikan hikmah bahwa ada beberapa poin yang bisa menjadi pelajaran.
Rasa empati itu muncul kerena kita pernah mengalami hal yang serupa. Baik berupa kesulitan atau kesenangan.
Rasa kecocokan itu diakibatkan adanya rasa dekat dan nyaman. Walau pertemuan baru sesaat saja. Bukan diukur oleh lamanya saat bersama.
Rasa empati yang kemudian timbul kepedulian solidaritas Ini. kiranya harus terus dipelihara untuk mewujudkan cinta-kasih kepada sesama. Upaya ini sebagai sarana untuk mengikis habis rasa kebencian, prasangka buruk, perselisihan atau peperangan.
Kerangka besar manusia diciptakan adalah agar mereka bisa menuju kesempurnaan dalam sikap nyata menuju martabat kemuliaan. Sehinga satu sama lain akan mendapat faedah yang istimewa.
Saya Hanif Ahmad kompasianer dari Bandung dan Sukabumi, salam empati solidaritas.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI