Semua pemikiran saya itu, hanya kontemplasi saya seandainya saya adalah Ahok. Sayang sekali, Ahok terlalu idealis, sedangkan saya realistis. Ahok mau saja babak belur untuk orang-orang yang tidak siginificant bagi hidupnya, bagi orang-orang yang menolaknya. Ahok bukan saya, bahkan Ahok mungkin tidak pernah berandai-andai jadi diri saya.Â
Pada akhirnya, saya memang mengagumi idealist seperti Ahok, tapi saya tidak akan pernah mau menjadi idealist seperti dirinya. Sekali-kali tidak! Apalagi di negeri di mana seorang seperti Ahok tidak akan pernah memenuhi kriteria pimpinan idaman umat, karena "label" bajunya beda.Â
Salam.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI