Mohon tunggu...
abid jalaludin abyyu
abid jalaludin abyyu Mohon Tunggu... Lainnya - mahasiswa

mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Review Artikel Pernikahan Dini Problematika Hukumnya

25 Oktober 2023   22:10 Diperbarui: 25 Oktober 2023   22:21 64
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Nama : abid jalaludin

NIM : 212111207

Kelas : 5F

Judul Artikel : Pernikahan Dini dan problematika hukumnya

Pengarang : Muhammad Julijanto

Tahun Terbit : 2015

Terbitan : Vo 25, No 1

Pernikahan adalah berkat yang harus dijaga dengan baik oleh setiap pasangan, sehingga mereka dapat menciptakan keluarga yang penuh dengan kedamaian dan ketentraman. Dalam keluarga yang harmonis, generasi muda dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, dan ini berkontribusi positif terhadap masyarakat secara keseluruhan. Setiap rumah tangga yang mampu menjalani kehidupan mereka dengan baik akan membantu memelihara tatanan sosial yang lebih baik. Sebaliknya, ketidakharmonisan dalam rumah tangga dapat mengakibatkan masalah yang merambat ke dalam masyarakat, dan jika tidak diatasi, hal ini dapat berdampak negatif pada kualitas suatu bangsa.

Penikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan di luar ketentuan peraturan-perundangundangan, atau penrikahan di bawah usia yang direkomendasikan oleh peraturan perundang-undangan. Sebagai gambaran angka. Sebagai gambaran angka pernikahan dini di lereng Merapi, Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman Yogyakarta selama 2011 terbilang tinggi. Selama 2011 tercatat ada 40 pernikahan yang dalam persyaratannya harus dilengkapi dengan dispensasi. Kebanyakan pemohon tersebut masih berstatus pelajar sekolah menengah atas akan melangsungkan pernikahan

Masalah kontroversi perkawinan anak di bawah umur (Child Marriage) dalam perspektif Fikih Islam, Hak-Hak Asasi Manusia Internasional dan Undang-undang nasional menyatakan bahwa hasil temuannya dari perspektif hukum Islam terdapat varian padangan dalam menyikapi persoalan perkawinan anak di bawah umum.

Pernikahan dini sangat rentan perceraian. Bila kita melihat fakta pernikahan pascahamil: Jumlah terus bertambah, Banyak menimpa anakanak sekolah Sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA). Pelaku rata-rata teman dan pacarnya, Pasangan suami-istri dari penikahan ini terancam kerawanan masalah sosial ekonomi, Masa depan keluarga (anak dan istri) suram karena putus sekolah.

Analisis terhadap dampak pernikahan dini yang merujuk pada pernikahan yang dilakukan oleh seseorang di bawah usia 18 tahun dapat memiliki dampak yang signifikan baik positif maupun negative pada individu maupn Masyarakat . dampak negative  tersebut adalah rendahnya Pendidikan, pernikahan dini seringkali menghintikan Pendidikan remaja trutama bagi Perempuan. Ini dapat mengakibatkan keterbatasan peluang Pendidikan dan kesempatan pekerjaan yang pada giliranya membatasi kemajuan sosial dan ekonomi.kemudain Kesehatan reproduksi, 

Perempuan yang menikah pada usia muda sering menghadapi resiko Kesehatan reproduksi  yang lebih tinggi termasuk resiko kehamilan yang tidak di ingin kan. Selanjutnya adalah kualitas huubungan perkawinan pada usia muda dapat menghadirkan tekanan tambahan . kemudian resiko perceraian dini, pernikahan dini memiliki tingkat perceraian yang lebih tinggi dari pada pernikaha yang terjadi pada usia yang lebih matang .

Di samping itu juga terdapat dampak postif dari pernikahan dini yaitu dukungan sosial dan ekonomi bagi pasangan muda, kemudian tanggung jawab lebih dalam kehidupan mereka dan keluarga, selanjutnya keberlanjutan keluarga , pernikahan  dapat membantu dalam membangun keluarga dan memiliki dampak positif pada pertumbuhan populasi dalam Masyarakat. 

Namun dampak positif dari pernikahan dini lebih terbatas di bandingkan dengan dampak negative nya, oleh karena itu banyak negara dan Lembaga inyernasioal telah mempromosikan agar mencegah pernikahan dini dan memberikan Pendidikan seksual dukungan Kesehatan reproduksi dan kesempatan kepada remaja untuk membantu mereka membuat pilihan yang lebih baik dalam hidup mereka.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun