Tapi sejarah berkata lain. Situasi politik yang kacau membuat hanya sebagian kecil yang bisa kembali ke Jawa. Banyak yang meninggal dunia di sana selama masa kontrak. Sebagian besar selesai kontraknya dan tetap tinggal di Suriname, berkeluarga di sana, dan memiliki keturunan.
Sebagian dari mereka sempat dipulangkan ke Hindia Belanda yang kemudian menjadi Indonesia setelah merdeka tahun 1945. Â Tapi mereka dikembalikan tidak ke Jawa, melainkan ke Sumatera Barat. Tapi karena di sini hidup mereka lebih sulit, akhirnya mereka minta kembali ke Suriname.
Data mereka di Arsip Nasional Belanda sebetulnya cukup lengkap. Ada data keberangkatan, perusahaan tempat bekerja, tanggal kematian, data keluarga mereka yang memutuskan tinggal di Suriname, dan sebagainya. Di sana mereka dipekerjakan di kebun tebu, kopi, kakao, pabrik gula, dan lain-lain.
Nama orang Lamongan berikut asal daerahnya tertulis jelas. Beberapa nama desa saat ini mungkin berbeda penyebutannya. Seperti Doongpring, sekarang bernama Kedungpring. Ada pula Bangbau yang sekarang bernama Kembangbahu.
Susanti menulis dalam Majalah Arsip Edisi 58 Tahun 2012, orang Jawa yang pergi ke Suriname memiliki kisah masing-masing tentang alasan mereka di Suriname. Sebagian dari mereka, berangkat ke Suriname memang bertujuan untuk memperbaiki nasib.
Mereka yang pada umumnya hidup dalam garis kemiskinan di pulau Jawa sudah mengetahui hal yang akan mereka kerjakan serta hal yang akan mereka dapatkan sebagai pekerja kontrak. Meski sebenarnya mereka juga tidak mengetahui secara pasti di belahan sebelah mana mereka akan dipekerjakan Belanda.
Namun, kata Susanti, ada juga beberapa orang Jawa yang dibohongi bahkan diculik, kemudian dikirim ke Suriname. Penculikan dilakukan dengan cara membohongi bahwa ada anggota keluarga yang ingin menemuinya, namun kemudian ia dibius. Ketika sadar, ia sudah berada di atas kapal yang membawanya ke Suriname.
Ada juga yang beralasan pergi ke Suriname karena jiwa petualangan untuk mengetahui daerah baru dengan kehidupan berbeda. Jadi keberangkatan orang Jawa ke Suriname ada yang dilakukan secara sadar dan ada pula yang tidak tahu apa-apa. (ufi)
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H