Ada kalanya anak rantau juga rindu keluarga. Rindu orang tua, adik kakak bahkan teman tomgkrongan semasa di kampung dulu. Ingin rasanya kembali namun situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan.
Namun perlahan-lahan hal itu harus pendam demi cita-cita yang membawanya ke negeri perantauan.
Pahit Manis Kehidupan Ditanggung Sendiri
Bukan berarti ketika kita sudah merantau kehidupan kita sudah enak, banyak uang dan lain sebagainya. Bagi sebagian besar orang harus merintis dari nol. Lapar dan panas jadi teman sehari-hari.
Belum lagi biaya hidup yang serba mahal apagi merantau di perkotaan, biaya kos mahal, kebutuhan keluarga di kampung, membuat anak rantau ingin menyerah saja.
Namun jika mampu bertahan, yakin dan percaya usahamu tidak akan pernah sia-sia. Teruslah berusaha selama masih ada jalan yang terbuka. kesuksesan menjadi bagianmu.
Sukses tidaknya seseorang di perantauan tergantung seberapa giatnya mereka berusaha, berusaha mengejar peluang, tidak gengsi dan selalu mengandalkan Tuhan pasti semuanya akan muda.
Penulis : Abdon Abdon Sambom
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI