Mohon tunggu...
A. Latif
A. Latif Mohon Tunggu... Karyawan Swasta -

Belajar menulis

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Pengobatan Kontra Medis di Masyarakat

20 November 2015   07:28 Diperbarui: 20 November 2015   08:16 182
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Ketika mengalami suatu keluhan fisik, serta merta yang terpikir dan yang dilakukan adalah mencari pengobatan. Pengobatan yang dicari/didapat pun beragam, sesuai kondisi dan keterbatasan baik itu ekonomi, sarana prasarana dan pengetahuan /wawasan tentang konsep sehat dan sakit serta kepercayaan.

Mencermati beberapa penanganan, pengobatan dan perawatan yang dilakukan oleh masyarakat khususnya pada masyarakat di kampungku, sebuah desa di Kabupaten Ogan Ilir - Sumatera Selatan yang berjarak sekitar 60 km dari Palembang, terlepas dari keberhasilan dari pengobatan & perawatan tersebut ataupun efek placebo yang dirasakan oleh si penderita sakit (pasien). Berikut beberapa treatment pengobatan/perawatan yang menurut penulis bertentangan / kontra dengan pengobatan (ilmu) medis,  antara lain:

1. Luka dan Pendarahan

Ketika seseorang mengalami  luka dan perdarahan yang dilakukan adalah mengoleskan /memberikan bahan tertentu pada luka. Yaitu antara lain serbuk kopi, air liur bahkan terasi.

Sebagaimana diketahui material2 tersebut belum tentu steril dari berbagai macam kuman atau bakteri penyebab infeksi, apalagi air liur yang bisa saja mengandung kuman2 kotor yang bersarang di mulut. Bahkan terasi yang ditempel pada luka pun pernah saya temukan dilakukan oleh masyarakat awam di kampungku. Padahal seharusnya luka dan perdarahan harus dibersihkan dan diberi perawatan yang steril. Diberi antiseptic dan antibiotic.

2. Sakit perut

Ketika seseorang mengalami sakit perut, maka yang dialkukan adalah mengoleskan minyak tanah yang sudah dipakai ke bagian perut tsb. Secara medis belum ada referensi bahwa hal tsb bermanfaat, yang saya dpatkan adalah bahwa minyak tanah justru berefek buruk terhadap kulit, antara lain iritasi kulit, alergi, penurunan fungsi syaraf dan keracunan hydrocarbon.

3. Digigit ular

Ketika ada seseorang yang digigit ular, maka yang dilakukan adalah pasien dilarang masuk ke dalam rumah dan segera diberi air minum. Sebagaimana diketahui bawa jika ular yang menggigit tsb berbisa maka bisa akan menjalar ke seluruh tubuh, menyerang otot dan syaraf. Maka hal terbaik yg dilakukan adalah sesegera mungkin menghambat laju bisa ular tsb antara lain dengan fiksasi dan segera cari pertolongan medis untuk mendapatkan suntikan anti bisa ular

 4. Suspect Tyfoid (Tifus)

Ketika seseorang mengalami gejala-gejala sakit tyfus, maka yang dilakukan adalah dengan membawa pasien ke orang pintar (tukang pijat), dan selanjutnya dipijat pada bagian perut oleh si tukang pijat. Kita ketahui bahwa seseorang yg terserang sakit tyfus maka yang dialaminya adalah infeksi pada saluran pencernaannya. Semakin lama infeksi maka akan semakin parah kondisi lambung dan usus pasien. Pengobatan yg tepat secara medis adalah pengaturanjenis makan yang dikonsumsi dan pemberian antibiotic untuk mengatasi infeksinya.

5. Heart Attack (Angin duduk)

Seseorang yg diduga terkena serangan jantung, diobati oleh orang pintar (dukun) dengan dipijat bagian tertentu serta dikerok. Padahal untuk serangan jantung, yang terjadi adalah terhambatnya supply oksigen/supply darah ke bagian tertentu akibat tersumbat atau tidak berfungsinya salah satu bagian system peeredaran darah. Seharusnya yang dilakukan adalah membuat dilatasi bagian yang tersumbat dan juga memberikan supply oksigen yang cukup bagi pasien serta mengatasi nyeri hebat pada bagian jantung/dada yang ditimbulkan.

6. Diare

Seseorang yang terkena diare khususnya anak-anak maka oleh orang tua anak tersebut dilarang makan minum yang cukup. Pasien diibaratkan seperti gelas bocor, jika diisi maka akan keluar. Padahal seharusnya pasien diare harus diberi intake yang cukup karena si pasien mengalami dehdrasi akibat banyaknya output nutrisi yang keluar karena diarenya.

7. Terkilir / keseleo

Seseorang yang mengalami terkilir/keseleo yang dilakukan adalah diurut / dipijat oleh orang pintar yang mengerti “urat”. Secara medis yang dilakukan adalah R I C E, yaitu Rest = istirahatkan bagian yg cedera diistirahatkan, Ice = bagian cedera dikompres es, Compress = bagian cedera dibalut/fiksasi, Elevate = bagian cedera ditinggikan posisinya.

8. Luka bakar

Seseorangyang mengalami luka bakar yang dilakukan adalah mengoleskan berbagai zat yg justru memperburuk kondisi luka bakar, antara lain kecap, lotion, mentega, oli, sabun dll. Padahal luka bakar adalah cedera akibat panas (panas basah maupun panas kering). Yang sebaiknya dilakukan adalah menyetop panas tersebut, bisa dilakukan dengan mengguyur atau merendam bagian yg luka bakar di air bersih. Dengan tindakan tersebut maka panas akan berhenti dan luka bakar menjadi bersih, sehingga penyembuhan akan lebih cepat dan lebih baik kondisinya.

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam Sehat

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun