Mohon tunggu...
Encang Zaenal Muarif
Encang Zaenal Muarif Mohon Tunggu... Guru - Guru, Penulis Lepas, Youtuber, Petani, Pebisnis Tanaman

Tak kenal maka tak sayang. Guru Bahasa Inggris di SMA Negeri 3 Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat. Pemilik kanal YouTube Abah Alif TV dan Barokah Unik Farm. Mantan wartawan dan Redaktur Pelaksana SK Harapan Rakyat. Ketua Yayasan Al Muarif Mintarsyah sekaligus pendiri SMP Plus Darul Ihsan Sindangkasih. Kini aktif di PGRI dan diamanahi sebagai Ketua PGRI Cabang Kec. Banjar dan sekretaris YPLP PGRI Kota Banjar. Untuk menyalurkan hobi menulis, aktif menulis di berbagai media cetak dan media online. Karena seorang anak petani tulen, sangat suka bertani dan kini menjadi owner Toko Barokah Unik Tokopedia, yang menjual berbagai jenis bibit tanaman, di antaranya bibit kopi, alpukat dan lain sebagainya.

Selanjutnya

Tutup

Ramadan Pilihan

Berburu Jajanan Takjil di Tamjen Dusun Balokang

13 Maret 2024   18:45 Diperbarui: 17 Maret 2024   23:46 1759
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dokrpi. Tamjen alias Taman Jejen, Pasar Jajanan Dadakan di Bulan Ramadhan

Entah bagaimana awalnya, dan siapa pencetusnya kawasan ini menjadi tempat berburu jajanan takjil jelang berbuka puasa.  Tamjen adalah singkatan dari Taman Jejen. Terletak di pertigaan jalan desa yang menghubungkan Perumahan Balokang dengan Kampung Cibeunteur, dan ruas jalan satunya lagi mengarah ke kantor desa Balokang.

Di sudut pertigaan itu ada sebuah bengkel motor kecil. Pemiliknya bernama Jejen. Halaman bengkelnya kurang lebih seluas 8 x 6 meter. Di halaman bengkel, tembus hingga ke pinggir  jalan raya kecil itu, para pedagang menjual mainan hingga penganan, mengais rezeki di bulan Ramadhan. 

Di dusun kami, Dusun Balokang, desa Balokang, Kecamatan Banjar Kota Banjar Jawa Barat, halaman bengkel Jejen inilah yang menjadi tempat favorit anak-anak hingga orangtua untuk jajan makanan jelang berbuka puasa. Makanan dan minuman yang dijual di sana, beragam jenisnya. 

Jajanan kampung hingga kota, semua ada. Pisang, gehu, cilor, bala-bala, hingga kebab. Minumannya pun dari mulai es teh, es kelapa muda, sop buah, dan lain sebagainya. Harganya murah-murah. Dari mulai 1000-an hingga 10 ribuan. Ada juga pedagang mainan yang mengadu nasib di Tamjen. 

Anehnya, para pedagang yang mangkal di halaman bengkel Jejen ini hanya ramai di bulan Ramadhan saja. Di bulan-bulan biasa, mereka berjualan menyebar entah ke mana. Ada yang jualan di sekolah, keliling kampung, atau nongkrong di tempat tertentu. 

Ada juga pedagang dadakan yang berjualan musiman di bulan Ramadhan saja. Banyak di antaranya para remaja, berjualan ramai-ramai bareng temannya. 

Sebetulnya, di desa sebelah, ada juga tempat mangkal para pedagang di sore hari setiap bulan puasa. Nama tempatnya adalah Taman Asmarandana, milik pemerintah desa Jajawar. Mungkin dari sinilah ide awal mula penamaan Taman Jejen, yang dibandingkan dengan taman Asmarandana desa Jajawar.

Dari Taman Asmarandana, untuk menuju ke Taman Jejen tinggal lurus saja ke arah timur sejauh 700 meteran. Anak-anak dan remaja yang ngabuburit biasanya akan saling tanya "mau jajan ke mana? Taman Asmarandana atau Taman Jejen?," Jawaban favoritnya tentu Tamjen. Anak saya pun, Alif, seringkali diiming-imingi jajan di Tamjen setiap sore agar dia tamat puasa. 

Kini, setiap sore selepas ashar hingga magrib, Tamjen dijejali para pedagang yang semakin banyak. Kepala Dusun Balokang, Memen, menugaskan 3 orang Hansip setempat untuk mengamankan serta menertibkan lalu lalang kendaraan.

Dokpri. Agus Empret, Hansip Desa Balokang, sedang mengatur lalu lintas di kawasan Tamjen. Rabu (13/3/2024)
Dokpri. Agus Empret, Hansip Desa Balokang, sedang mengatur lalu lintas di kawasan Tamjen. Rabu (13/3/2024)

"Kurang lebih, ada 80 pedagang yang berjualan di sini setiap sore. Dengan jumlah pembeli 1000-an lebih. Mengingat  pengguna kendaraan yang lalu lalang sangat banyak, kami berinsiatif mengaturnya agar lebih tertib dan menghindari kejadian yang tidak diinginkan," kata Kadus Emen, didampingi Hansip, Agus Empret. 

Sementara itu, untuk biaya pengamanan dan kebersihan, para pedagang dikenai retribusi seikhlasnya, yang dibayarkan melalui "kencleng" yang diedarkan.

Kawasan Tamjen kini meluas hingga puluhan meter ke arah jalur Cibeunteur, dan ke pertigaan penyebrangan rek kereta api Karangpucung (arah ke MTS Darul Ulum). Seorang Hansip ditugaskan untuk menjaga lintasan kereta api di penyebrangan ini. 

Dokpri. Kawasan Tamjen alias Taman Jejen meluas hingga radius  puluhan meter. Seorang Hansip ditugaskan menjaga lintasan penyebrangan KA.
Dokpri. Kawasan Tamjen alias Taman Jejen meluas hingga radius  puluhan meter. Seorang Hansip ditugaskan menjaga lintasan penyebrangan KA.

Saat dihubungi terpisah, pemilik bengkel, Jejen, mengatakan merasa senang-senang saja jika halaman bengkelnya memberikan berkah untuk para pedagang. Dia pun merasa bangga karena nama Tamjen, diambil dari namanya, Taman Jejen. 

"Ini adalah berkah Ramadhan. Semoga para pedagang laris manis dan pembelinya bahagia bisa jajan di sini. Saya berharap, ini akan menjadi amal jariyah juga untuk saya," kata Jejen, yang juga merupakan putra dari tokoh agama di Desa Balokang. 

Tamjen, menjadi sebuah fenomena sosial ekonomi yang unik, sekaligus menjadi salah satu tanda keberkahan bulan Ramadhan. Keberadaan Tamjen terbukti telah mendorong roda perekonomian masyarakat. Meskipun masyarakat pengguna kendaraan yang melewati kawasan Tamjen sedikit terhambat akibat adanya aktivitas jual beli di sana, tapi saya lihat tidak ada satupun dari mereka yang terlihat jengkel. 

Sebaliknya, pengendara motor maupun mobil, ikut serta menyaksikan tradisi tahunan yang unik ini sambil senyum ceria, menikmati nuansa ngabuburit bersama keluarga. 

Baca juga : 5 Ide Bisnis Laris Manis di Bulan Ramadhan

Baca juga Artikel Utama karya Encang Zaenal Muarif: Batasan Usia CGP Dihapus! Hapus Pula Kasta Guru Senior dan Junior!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ramadan Selengkapnya
Lihat Ramadan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun