Testimoni ini pun adalah teori, sebuah konsep yang ada dalam kepala saya. Menuliskannya tidak bermaksud untuk menunjukkan bahwa saya tahu sesuatu, entah apa itu. Kekristenan saya masih jauh dari citra Kristen yang sesungguhnya. Entah darimana saya mendapatkan keberanian untuk memelajari agama lain sementara agama saya sendiri belum saya amalkan dengan baik. Membandingkan Islam dengan Kristen tidak saya lakukan untuk mencari mana yang lebih benar. Saya hanya ingin lebih bisa toleran terhadap Islam, juga agama dan kepercayaan yang lain. Semoga tidak ada yang salah dengan setiap pencarian yang saya lakukan. Lewat testimoni ini, saya ingin mengekspresikan ungkapan syukur saya kepada hidup yang secara tidak kebetulan sudah mengenalkan saya dengan Fahd Djibran, Tasaro GK dan ‘Sang Penggenggam Hujan’.
-Rampa Maega-
Sebuah tempat di rimba Kalimantan.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H