Mohon tunggu...
Giwangkara7
Giwangkara7 Mohon Tunggu... Dosen - Perjalanan menuju keabadian

Moderasi, sustainability provocateur, open mind,

Selanjutnya

Tutup

Hobby

Menulis Lagi

5 Desember 2018   19:26 Diperbarui: 5 Desember 2018   19:40 144
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Hobi. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Rawpixel

Mulai menulis lagi, tapi darimana mulanya? 

Idenya dari tulisan kompasianer yang barusaja saya baca, tentang "writing blocks" dan apa yang dilakukan oleh para pakar penulis lintas jaman, dalam mengatasinya. Semuanya unik dan mungkin terkait juga dengan situasi dan kondisi jamannya masing-masing. Kalau anak jaman sekarang mengenalnya dengan mud "mood", karena ada yang "moody" nya terbatas. Suasana yang mendorong untuk antusias bekerja menulis. 

Saya termasuk yang senang dan antusias bekerja saat habis magrib, atau pagi sekalian, sekitar jam 4 pagi. Saat para pekerja lainnya pulang ke rumahnya masing-masing, beberapa ide deras masuk ke kepala. Tentang ini itu yang harus dan bisa dilaksanakan dan harus dilaksanakan. 

Apa-apa yang ingin dan perlu dan harus dituankan dalam tulisan. Sebenarnya waktu pagi itu bagus juga, apabila berguru pada para penulis panutan semisal Rektor Universitas Islam Negeri Malang Sang Blogger. Namun kesibukan rutin kadang memaksa untuk pulang malam, sehingga tidur waktu larut, serta mengganggu jam tidur normal. Belum lagi godaan untuk "adding", menambah waktu tidur di bantal yang memanggil-manggil zzzzz!

Disela sibuknya Jakarta, magrib cukup efektif. Karena lalu lintas juga lumayan ramai saat itu. Menunggu sampai waktu sholat Isya memberi waktu untuk melonggarkan jalanan dari hiruk pikuk lalu lintas. 

Pernah pula menulis dengan menggunakan aplikasi "notes" di telefon genggam. Beberapa kali berhasil untuk tugas yang dikejar "dateline", namun untuk waktu yang lebih longgar, saya masih rindu mendengar tuts keyboards merek Wear** ini berbunyi. Mungkin sejenis obsesi yang mirip dengan penyanyi bertato dengan mesin tiknya hehehe...

Menulis perlu konsentrasi, yaa. Menulis atau bekerja perlu musik. Kadang yaa kadang tidak. Musik-musik tertentu yang akrab di telinga bisa meningkatkan gairah menulis. Demikian pula lantunan ayat suci, bisa mengarahkan positifisme dalam bekerja. 

Setiap orang berbeda-beda model dan gaya menulisnya, tetapi buat saya mendengarkan lagu-lagu bangsa sendiri cukup efektif, apalagi pada jaman saya seperti band padi, slank, dewa19, Kla Project,  Netral, Godbless, hmmm adrenalin meningkat deras.

Menulis perlu inspirasi, inspirasi didapat dari bacaan, atau aktifitas kehidupan keseharian lainnya. Sebagai pengajar, berinteraksi dengan kalangan mahasiswa dengan berbagai tingkah lakunya sebenarnya bisa menjadi bahan tulisan. Demikian pula situasi politik tempat kerja juga bisa menginspirasi. Bagaimana kuasa dan kekuasaan dipertahankan, diperebutkan, dan dipertaruhkan dalam hidup dan kehidupan manusia modern yang haus kekuasaan.  

Ada beberapa cara untuk meraih itu, dan ada beberapa jalan yang bisa dan harus ditempuh. Semua berjibaku mencapainya. Ada yang ambisi, sangat berambisi, pura-pura tidak ambisi, tidak berambisi, tidak peduli, sangat tidak peduli, apatis, dan sebagainya. 

Buku bacaan untuk bahan ajar juga menginspirasi. Bagaimana di jaman sekarang ini. Ketika ilmu pengetahuan semakin mudah diakses, alias "gratis" maka para pengajar harus putar kepala untuk mengajar dengan menarik denga berbasis aneka sumber belajar. Sudah tidak jaman lagi mengajar dengan modal beberapa buku paket "wajib". 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun