Menyepuh pepucuk nur mahkota qalbuku,
Dalam merdu senandung gita Ke-Ilahian.
Aku bak seorang masyuq,
Menari sunyi dalam telaga isyq,
Kerap hilang lalu tumbuh,
Berseri dalam kesadaran diri.
Hanya...
Sebab, karena terteguk desah,
Sisa-sisa butiran anggur kasihmu,
Nan sungguh terlampau sangat memabukkan jiwa.
[Kotaraja Panembahan Karang Tanjung_Sukadana]
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI
Beri Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!