Mohon tunggu...
1A Wafiq Allifa QA
1A Wafiq Allifa QA Mohon Tunggu... Mahasiswa - 1A - Chems

Trust Yourself :))

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Learning System Digitalisation: Potret Edukasi Masa Kini

17 Desember 2021   19:04 Diperbarui: 17 Desember 2021   19:08 118
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ruang Kelas. Sumber Ilustrasi: PAXELS

                                                             LEARNING SYSTEM DIGITALISATION  : POTRET EDUKASI MASA KINI

Kasus Covid -- 19 di Indonesia kian marak. Berbicara dari sudut riil, terjadi peningkatan setiap bulannya. Hal ini menunjukkan bahwa adanya lonjakan yang sangat besar antara infected dan reported. Semakin bertambahnya penduduk yang terinfeksi, implementasi physical distancing yang tidak diterapkan secara disiplin, menjadikan semakin banyak orang menjadi reported case.

Pengaruh adanya peristiwa ini membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan tegas dalam mengurangi interaksi antar manusia. Kebijakan ini sangat berdampak terhadap sistem pendidikan , edukasi, perekonomian, dan lain sebagainya. Sehingga menuntut kita sebagai masyarakat di Indonesia untuk bisa beradaptasi dengan situasi saat ini. Dunia saat ini berbicara bahwa kini lintas kehidupan harus beradaptasi dengan canggihnya teknologi.

Sektor pendidikan kini masih menjadi sorotan utama terutama dalam fase pembelajaran. Pelaksanaam pembelajaran disesuaikan dengan keadaan atau  kondisi sekolah masing -- masing dengan memberikan feedback atau umpan balik yang bersifat kualitatif.

Daring digunakan sebagai jalur alternatif pendidikan di tengah maraknya Pandemi Covid -- 19. Hal ini menuntut semua instansi atau lembaga untuk menggunakan media digital dalam setiap kegiatan. Perkembangan teknologi yang kini semakin canggih, diharapkan mampu mengakomodasi dan memobilisasi penggunaan sistem ini.

Perubahan sistem pembelajaran membuat banyak kalangan baik dari sisi pelajar, instansi maupun lembaga pendidikan menjadi kurang siap dan  kurang maksimal dalam melaksanakan pembelajaran , sehingga menimbulkan banyak kontroversi pendidikan seperti Merdeka belajar, dan lain sebagainya. Sampai detik ini, banyak keluhan bermunculan dari berbagai pihak yang mulai jenuh akan metode ini yang dirasa menjadi monoton dan kurang efektif.

Tantangan Learning & Machine Communication 

            Instansi Pendidikan  menjadi salah satu sektor yang cepat dalam merespon keadaan dan cepat dalam menanggapi arus penyebaran virus Covid -- 19. Hal ini dilakukan karena dinilai dari segi potensial penyebaran virus ini terus meningkat dan berpengaruh terhadap kualitas pendidikan bagi pelajar di Indonesia. Melalui lintas jalur pendidikan dan pembelajaran yang dijalankan di Indonesia, saat ini masih beradaptasi dengan teknologi, memunculkan fakta bahwa sistem pendidikan di Indonesia dengan media digital masih sangatlah minimalis baik ditinjau dari segi penetrasi jaringan internet, fasilitas maupun dari pihak pelaksana.

Untuk sementara waktu, kegiatan pembelajaran saat ini tetap dialihkan ke rumah dengan metode pembelajaran secara daring. Namun, tidak bisa dipungkiri akan efektivitas kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dilaksanakan menjadi kurang optimal.

Bagaimana dengan belajar di rumah selama pandemi Covid - 19, apakah tetap bisa produktif? Kegiatan belajar dirumah atau PJJ saat ini harus didukung secara optimal baik dari segi penggunaan media informasi , komunikasi serta teknologi. Pembelajaran selalu beriringan dengan adanya literasi. Literasi saat ini sudah bisa diakses melalui jejaring digital. Jadi, ini dapat dijadikan fasilitas penunjang pembelajaran yang mampu dimaksimalkan secara optimal.

Dari sini, kita mulai mengenal berbagai produk teknologi pendidikan dan pembelajaran, seperti Computer based learning, mobile learning, machine learning, augmented learning, virtual reality learning, hologram multimedia digital learning , dan blended learning bahkan virtual hologram learning.

Belajar online atau e-learning, salah satu istilah yang tak asing didengar ditelinga kita. E-learning merupakan salah satu sistem belajar yang mekanismenya diberikan kepada teknologi. Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan aplikasi " video coference " seperti Google Meet, Zoom, Microsoft Teams, dan sebagainya, Penilaian dan pengiriman tugas yang dilakukan dengan sistem online seperti classroom, Whatsapp, Telegram , dan sebagainya, hingga kegiatan absensi yang dilakukan secara virtual -- online ini menjadikan sistem belajar berbasis online atau daring ini menuntut berbagai kalangan di lingkup pendidikan harus melakukan penyesuaian terhadap teknologi dan paham akan fitur -- fitur yang dioperasikan supaya tidak muncul berbagai problematika, sebab terjadi ignorance dalam pelaksanaan pembelajaran.

Dengan adanya kejadian seperti ini, kehidupan kini termobilisasikan oleh dunia virtual atau online. Dengan adanya sistem ini seolah - olah semua orang kini terbias dengan sistem daring. Namun, fakta lapangan mengkonfirmasi bahwa ditemukan berbagai kendala yang masih terjadi. Dimana sistem ini masih menjadi center point bagi dunia pendidikan. Perlu disadari bahwa tidak semua kalangan didunia pendidikan baik lingkup pelajar maupun tenaga pendidik atau pihak penunjang pendidikan di Indonesia ini dapat menikmati proses milenial berbasis teknologi ini. Ada yang terpenetrasi atau terkendala jaringan internet, tidak memiliki smartphone dan laptop / PC , atau bisa terkendala kedua aspek tersebut. Dilain sisi, dilihat dari aspek lain, keseriusan dari sisi pelajar dijadikan sebagai pusat utama dalam kegiatan pemebelajaran saat ini

Beberapa aspek diatas tentunya menjadi faktor penentu dalam pelaksanaan pendidikan. Kreativitas serta kapabilitas mulai hadir dalam memfasilitasi edukasi pendidikan . Revolusi teknologi pendidikan saat ini semakin canggih. Hal ini menjadi tantangan tersendiri di kalangan society. Peralihan metode pembelajaran yang semula dengan metode face to face ke metode screen to screen menjadikan intensitas ketertarikan akan metode baru ini menjadi kurang. Dibuktikan dengan minimnya minat pembelajaran secara online yang mulai terpapar jelas sehingga dapat mengurangi efektivitas proses belajar.

Artificial Intellegence 

Upaya untuk menunjang tercapainya pembelajaran harus didukung dengan  iklim pembelajaran yang kondusif dan mendukung. Tantangan society melalui teknologi pendidikan menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan. Bagaimana dengan hadirnya Artificial Intellegence ?

Beberapa Negara di dunia saat ini telah melakukan revolusi baik di dunia pendidikan, industri, dan lain sebagainya. Revolusi ini menyesuaikan perkembangan zaman yang semakin kesini semakin canggih. Berbagai penemuan metode baru telah ditemukan, salah satunya adalah adanya Artificial Intellegence atau kecerdasan buatan. Dilahirkannya sebuah robot dijadikan sebagai mekanisme pengganti yang dipekerjakan sebagai unsur yang membantu padatnya kegiatan industri. Perlukah pendidikan menggunakan metode ini? Kenapa tidak, jika sistem pendidikan di Indonesia di waktu ini bisa juga mencoba cara ini. Contohnya, pengganti peserta wisuda dengan menggunakan robot sudah dilakukan oleh beberapa Negara lain, hal ini menjadi salah satu simulasi yang diterapkan dengan menggunakan metode ini. Mengapa perlu mencoba? Karena cara ini juga dapat membantu untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kualitas hidup manusia. Akan tetapi, dalam penggunaan metode ini harus dipertimbangkan dan lebih diperhatikan dalam mempersiapkan pembelajaran dengan menggunakan langkah ini, dan diperlukan berbagai informasi baik dari sosialisasi,praktik, dan sebagainya sebagai penunjang keberhasilan metode ini.

Penggunaan literasi digital berbasis Website , sebagai support literasi masa kini

Berbagai inovasi telah banyak hadir di era zaman ini. Sebagai contoh adalah Internet On Things ( Internet untuk segala sesuatu ). Internet On Things atau Internet untuk segala sesuatu dapat dijadikan fasilitator penunjang kegiatan literasi. Tak dipungkiri, jutaan umat manusia di dunia saat ini sudah menggunakan media gadget smartphone, laptop, PC, dan alat media komunikasi lainnya sebagai fasilitas  yang digunakan. Sebuah analisa untuk support literasi dari penggunaan Internet On Things ( Internet untuk segala sesuatu ) ini dapat dijadikan sebagai mitra platform yang digunakan oleh lembaga atau instansi pendidikan meliput sisi pendidik atau tutor, pelajar, orang tua, bahkan masyarakat dengan target untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas literasi dan pembelajaran digital di Indonesia. Model literasi berbasis website dapat dijadikan acuan literasi belajar atau sarana belajar yang dapat diakses melalui smartphone dengan didukung oleh kinerja internet sebegai sumber jaringan pengakses. Langkah ini dapat dijadikan langkah strategis dan efektif untuk meningkatkan sumber literasi. Dengan harap hasilnya berupa keberhasilan pendidikan di level kelas dan individu serta peningkatan mutu pendidikan diberbagai tingkat dan jenis pendidikan.

Daring di maraknya pandemi covid-19 sebagai mekanisme kurikulum darurat yang dijadikan alternatif baru dalam sistem pendidikan di Indonesia. Implementasi teknologi pendidikan menjadi konsekuensi tersendiri dari perkembangan IPTEK saat ini. Lahirnya jejaring sosial, internet, website, gadget, dan sebagainya menjadi ke-khas an sendiri dalam reformasi pendidikan.

Dengan adanya wabah Corona Virus Disesase -- 19 ini, dapat dijadikan sebagai titik pacu. dengan harap ,Pemerintah untuk lebih berkonsentrasi dan memerhatikan reformasi pendidikan dan teknologi baik dari segi manajerial persiapan yang maksimal serta pemerataan kualitas dan kuantitas pendidikan di Indonesia yang menjadi prioritas utama. Dengan ini,diharapkan, Learning System Digitalisation dapat dijadikan sebagai potret edukasi masa kini sebagai fasilitator generasi milenial saat ini.

Terima kasih.

 

Daftar Acuan

Sendler, Ulrich ( Ed ), The Internet of things

https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-e-learning/ 

https://gemari.id/gemari/2020/8/8/tantangan-revolusi-industri-40-dan-jawaban-    society-50 

http : // kbbi.kemendikbud.go.id

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun