Mohon tunggu...
Edi Abdullah
Edi Abdullah Mohon Tunggu... Administrasi - Bekerja Sebagai Widyaiswara Pada Lembaga Administrasi Negara RI

RIWAYAT PEKERJAAN.\r\n1. DOSEN PADA UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR TAHUN 2008-2011.\r\n2.DOSEN PADA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR. TAHUN 2008.\r\n3. DOSEN PADA STIH COKROAMINOTO TAHUN 2009-2012.\r\n4. DOSEN PADA STMIK DIPANEGARA TAHUN 2009-2012.DENGAN NOMOR INDUK DOSEN NASIONA(.NIDN ) 09101182O1. \r\n6.BEKERJA SEBAGAI ADVOKAT PADA TAHUN 2008-2011.\r\n7. BEKERJA SEBAGAI PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) DI PKP2A II LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA RI. SEJAK TAHUN 2011-SEKARANG\r\n.\r\nPENGAMAT KEBIJAKAN PUBLIK,HUKUM, POLITIK LAN MAKASSAR, WIDYAISWARA BIDAnG HUKUM LAN MAKASSAR\r\n\r\nKARYA ILMIAH ;BUKU PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA,merobek demokrasi\r\nFROM PINRANG TO MAKASSAR\r\n\r\

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Inilah Rahasia Top Kepemimpinan, Para Pemimpin di Seluruh Dunia

27 Februari 2024   12:04 Diperbarui: 27 Februari 2024   12:16 354
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

STATE ORGANIZATION ATAU The State Organization merupakan sebuah hasil penelitian yang dilakukan oleh McKinsey & Company Di Tahun 2023, dalam laporannya mereka melakukan penelitian terhadap kurang lebih 2.500 Pemimpin dari berbagai Perusahaan diseluruh dunia, mereka mencoba untuk mengetahui sebuah Rahasia bagaimana perusahaan dan faktor kepemimpinan didalam organisasi mampu membawah purubahan yang besar didalam organisasi

Karena itu berdasarkan hasil penelitiannya maka Tim McKinsey menemukan 10 (sepuluh) Perubahan paling signifikan yang dihadapi organisasi saat ini,karena itu Pasca Pandemi Covid-19, perubahan besar terjadi dalam berbagai sektor karena itu jika anda sebagai pemimpin dan menginginkan organisasi bertahan dengan perubahan yang terjadi, maka diperlukan kemampuan untuk merespon dan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi saat ini.

Kemampuan organisasi untuk merespon perubahan dan beradaptasi adalah kunci dari Perusahaan untuk sukses dalam menghadapi perubahan yang terjadi, berikut ini 10 Rahasia Yang dikemukan Oleh Tim Mckinsey melalui penelitiannya yang berjudul The State Organization:

1. Increasing Speed,Strengthening Resilience.

Rahasia Pertama dari sebuah Organisasi untuk bisa bertahan dan berkembang adalah Increasing Speed, Strengthening Resilience yang artinya Meningkatkan kecepatan,penguatan ketangguhan, suatu organisasi bisa menjadi kuat dan menghadapi guncangan kedepannya, maka organisasi tersebut harus mampu keluar dari permaslahan yang ada.

Salah satu hal yang harus dimiliki sebuah organisasi adalah kecepatan, kecepatan dalam hal merespon perubahan yang ada, karena itu ketika sebuah organisasi menghadapi turbulensi yang menggoncang,maka organissi tersebut, harus cepat dalam merespon perubahan yang terjadi.

Kecepatan dalam merespon perubahan yang terjadi akan membuat organisasi tidak jalan pada tempatnya dan tertinggal jauh atau sebaliknya dikalahkan dan terjatuh akibat perubahan yang terjadi, karena itu Perusahaan atau Oganisasi harus memiliki kemampuan dengan cepat untuk merespon perubahan tersebut

Kemampuan merespon perubahan yang terjadi akan membuat sebuah organisasi bia beradaptasi dnegan peurbahan dan menciptakan sebuah perubahan didalam organisasi yang tentunya sebagai Respon positif terhadap perubahan yang terjadi.

Bagi organisasi yang tidak mampu merespon perubahan yang terjadi dengan cepat, maka dipastikan organisasi tersebut akan tetringgal dan tersisihkan dari komptisi yang ada, Organisasi atau perusahaan yang tidak bergerak cepat merespon perubahan yang terjadi,maka dapat dipastikan organisasi tersebut akan mengalami kebangkrutan dan kematian

Bukan hanya itu sebuah organisasi harus mampu memahami betul apa yang diinginkan dan menjadi kebutuhan dari Costumers (Pelanggan), karena itu memahami kebutuhan pelanggan harus dilakukan secara cepat, karena jika tidak, maka dipastikan pelanggan akan berpindah keperusahaan lainnya yang menjadi pesaing Organisasi, Respon yang cepat terhadap Kebutuhan Costumers akan membuat Organisasi mampu menciptakan atau memberikan sebuah terobosan baru, dan mengambil sikap dalam memenuhi kebutuhan costumer.

Kemampuan cepat dalam menyelesaikan dan merespon kebutuhan Costumer (pelanggan), akan membuat Organisasi mampu menjaga pelanggan tetapnya sehinggah tidak beralih ke Perusahaan lainnya, kemampuan secara Cepat dalam mersepon kebutuhan pelanggan akan membuat organisasi bisa bertahan ditengah gempuran persaingan antara peusahaan maupun organisasi yang ada saat ini.

Organisasi maupun Perusahaan yang tidak memiliki kemampuan dengan merespon secara cepat hasrat dari pelanggan,maka hal ini bisa memunculkan akibat atau konsekuensi dimana Perusahaan tersbeut akan mengalami kegagalan dan ditinggalkan oleh Pelanggan dan tentunya membuat perusahaan maupun organsiasi tersebut akan mengalami nasib kerugian bahkan gulung tikar.

Hal berikutnya yang harus diperhatikan adalah Strengthening Resilience, apa yang dimaksud Resiliensi adalah Kemampuan untuk mengatasi krisis secara mental dan Emosional, atau untuk kembali ke status sebelum krisis, karena itu dalam menciptakan kekuatan dan menguatkan organisasi, maka organisasi tersebut harus dibangun Dari Leader dan Anggota Tim yang memiliki kemampuan Resiliensi yang kuat.

Kemapuan Resiliensi wajib dimiliki oleh anggota tim dan Leader didalam organisasi sehingga mampu bertahan dari krisis maupun goncangan yang terjadi, Pegawai yang tidak memiliki Resiliensi akan mudah sekali putus asa dan tidak memiliki kemampuan kerja yang maksimal karena secara mental dan emosional dia tidak mampu terbangun dari krisis yang dia hadapi akibatnya, hal tersbeut akan berdampak pada daya kinerja Organisasi. Karena itu Jika kinerja organisasi ingin kuat maka harus dibangun dari Kemampuan Resiliensi yang dimiliki oleh Leader atau pemimpinnya dan Anggota Tim kerja yang ada didalam organisasi tersebut.

2. "True Hybrid" The New Balance of In-person and Remote Work

"Hibrida sejati" Keseimbangan baru secara langsung dan kerja jarak jauh, Perubahan pole Kerja Terjadi 90% didalam organisasi ketika Pandemi Covid-19 melanda dunia, berbagai Organisasi terpaksa berusaha untuk merancang ulang model kerja baru, akhirnya modle kerja Baru yang mampu menghadapi tantangan adalah model kerja Hybrid., model kerja Hybrid pun menjadi model kerja yang diterapkan tak kala pandemi covid-19 melanda dunia, hampir 90% smeua perusahaan didunia ini menggunakan model kerja Hybrid kepada karyawannya.

Model kerja HybrId pada dasarnya memperkenalkan model kerja yag bisa dilakukan dikantor dan model kerja yang bisa dilakukan diluar kantor seperti WFH (Work From Home), Model Kerja WFH tentunya memiliki keunggulan dibandingkan model kerja dimana karyawan atau pegawai datang kekantor.

Pada model kerja WFH pegawai atau karyawan tidak memerlukan kedatangan mereka kekantor unutk bekerja namun lebih kepada pekerjaan tersebut tetap dapat dilakukan dan diselesiakan  oleh karyawan atau pegawai dari rumah.

Model Kerja jarak jauh seperti  WFH memiliki kelebihan Fleksibel Time, dimana pegawai atau karyawan dapat melaksanakan pekerjaannya dimanapun, kapanpun dan bagaimanapun, model kerja jarak jauh akan menjadi pilihan ketika menghadapi situasi yang tidak pasti seperti halnya dimasa Pandemi Covid-19.

Model kerja jarak jauh seperti WFH tentunya memerlukan kecanggihan teknologi, seperti halnya dalam melakukan meeting, meeting dapat dilakukan secara Hybrid termasuk Meeting jarak jauh dengan memnafaatkan teknologi seperti aplikasi Zoom yag memungkinkan pelaksanaan meeting dapat dilakukan dimanapun,kapanpun dan dari manapun.

Pengaturan ulang model kerja dengan menggunakan model Hybrid sangat ditentukan oleh teknologi yang ada, karena itu Organisasi atau perusahaan wajib menyediakan struktur dan dukungan terhadap model hybrid tersebut, disinilah letak tanggungjawab organisasi, bahwa keberhasilan model kerja Hybrid sangat ditentuka oleh kesiapan dan dukungan dari organisasi masing-masing.

Dan model kerja hybrid tentunya akan masih menjadi pilihan diberbagai perusahaan kedepanya termasuk dalam menyelenggarakan Meeting,maupun pelatihan bagi karyawan, dan juga menyelesaikan berbagai pekerjaan yang tentunya tidak Harus diselesaikan dikantor saja.

3. Making way For applied AI.

Memberi jalan dalam penerapan AI (Artificial Intelligence), Penggunaan AI Bagi orgaisasi kedepannya adalah hal yang mutlak dilakukan dan tidak dapat dihindari, disis lain Penerapan AI akan membawah dampak biaya yang cukup besar bagi organisasi namun disisi lain Penarapan AI akan mampu membawah perubahan cara kerja menjadi lebih baik bagi organisasi.

edi abdullah
edi abdullah

Perkembangan Teknologi yang pesat membawah perubahan Revolusioner dalam berbagai sendi kehidupan termasuk didalam organisasi, Kehadiran Internet, Smart Phone, Big Data, Komputasi Awan, sampai kepada Perkembangan artificial Intelligence (AI), telah membawah Perubahan besar dalam Cara hidup dan bekerja. Bahkan Perusahaan Google terpaksa memecat karyawannya sebanyak 30.000 kemudian diganti dengan AI, Demikian pula IBM terpaksa merumahkan sekitar 7800 Karyawannya dan menggantinya dengan AI.

Menurut Situs Wikipedia Artificial Intelligence (AI), merupakan kecerdasan buatan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah atau bisa juga disebut intelegensi artifisial atau AI. Sedangkan dari situs Amazon Web Services menuliskan bahwa AI (Artificial Intellegence) Merupakan bidang ilmu komputer yang dikhususkan untuk memecahkan masalah kognitif yang umumnya terkait dengan kecerdasan manusia seperti pembelajaran, penciptaan dan pengenalan Gambar.

Seorang Pemimpin (Leader) harus menyadari bagamana penerapan AI didalam organisasinya sangat dibutuhkan untuk meningkatkan Kinerja organisasi dan efektivitas Perusahaan, Pemanfaatan AI untuk bidang-bidang pekerjaan tertentu sudah terjadi dimana-mana, bahkan beberapa perusahaan besar seperti Tesla telah sukses menciptakan Kendaraan Listrik yang bisa melakukan Navigasi automatic berkat tertanamnya Teknologi AI pada sistem Navigasi Mobil, bukan hanya itu beberapa kendaraan model baru saat ini sudah mampu memberikan arahan dan rute terbaik untuk berkendara berkat teknologi seperti penanaman Google asisten, maupun Teknologi AI Siri yang dibuat oleh Apple.

Demikian pula beberapa pekerjaan saat ini sudah bisa diambl alih oleh AI seperti misalnya pengoperasian buka tutup pintu, analisis kepuasan pelanggan,prediksi profit, penekanan sistem keamanan, pencarian dan pembuatan laporan sudah mampu ditangani AI secara Tepat.

Kehadiran seorang Pemimpin dalam sebuah organisasi saat ini tentunya sangat dibutuhkan, namun menghadapi perkembangan teknologi yang begitu pesat maka sangat dibutuhkan model Kepemimpinan AI (Artificial Intelligence),Kepemimpinan AI adalah sebuah model kepemimpinan yang mampu menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada ,dan persoalan yang terjadi didalam organisasi dengan menerapkan AI didalam menemukan solusi untuk mengatasi persoalan yang terjadi.

Pemimpin AI hadir untuk melakukan perubahan didalam organiasi termasuk membawah perubahan besar dalam model kerja yang salama ini dikenal, hadirnya AI membawah dampak yang besar dalam membawah perubahan pada cara kerja yang terjadi didalam organisasi.

Jika selama ini didalam organisasi model kerja yang ada lebih banyak bersifat Klasikal, dimana pegawai atau karyawan hadir secara langsung untuk berkantor dan mengerjakan pekerjaan kantornya namun kedepannya dengan Perkembangan AI maka Model kerja akan lebih mengarah kepada model Hybrid.

Model kerja Hibryd adalah sebuah terobosan dimana mengerjakan pekerjaan kantor dapat dilakukan dikantor pada saat jam kerja dan dilakukan diluar kantor, akhirya muncul istilah Work Frome Home (WFH) maupun Work From Anywhere (WFA) yang memilki makna Bekerja dari rumah, dan bekerja dapat dilakukan dimana saja, karena itu Bekerja saat ini dengan hadirnya AI mampu membawah pada perubahan dengan munculnya model kerja baru yang Flexi Time yang artinya Jam kerja dapat menyesuaikan.

Karena itu model Kerja Hybrid akan menjadi Pilihan teranyar kedepannya dan hal ini dapat dilakukan dengan Penerapan AI pada perusahaan, namun mewujudkan penerapan AI didalam organisasi tentunya butuh kekuatan ,kekuatan inilah yang harus datang dari kebijakan Pimpinanan atau leadership. Sejatinya perubahan terbesar didalam organisasi pasti dimulai dari Pemimpin (Leader).

Untuk itu dibutuhkan sebuah Kepemimpinan AI yang tentunya memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam menerapkan AI didalam Organisanya, demi mendukung percepatan kinerja organisasinya, kedepannya kompetensi kepemimpinan tidak hanya terfokus pada kemampuan Teknis, Social cultural, maupun Kompetensi Manajerial,namun juga sudah memiliki Kompetensi AI.

Berbagai Perusahaan besar saat ini, seperti Apple, Microsoft, Facebook, Samsung,Tesla,Google, sudah menerapkan Kepemimpinan Berbasis AI dalam meningkatkan kinerja perusahan dan melakukan proses efesiensi, namun tentunya Penerapan Kepemimpinan AI memiliki dampak juga didalam perusahaan termasuk dampak beberapa pekerjaan tertentu akan tergantikan oleh kecerdaan AI yang berujung pada Pemutusan Hubungan Kerja beberapa karyawan.

Pemangkasan pegawai atau karyawan akan terjadi pastinya didalam Perusahaan maupun organisasi yang sudah menerapkan kepemimpinan AI, karena beberapa model pekerjaan atau penugasan dapat tergantikan oleh mesin AI, disisi lain pemangkasan karyawan akan memberikan Efesiensi pada Budgeting Perusahaan.

Kepemimpinan berbasis AI akan menjadi pilihan terbaik saat ini ditengah gempuran persaingan yang ketat dan perkembangan teknologi yang begitu pesat, kini saatnya organisasi bergerak menuju pada pemanfaatan AI, dan tentunya dibawah komando Pemimpinan Yang berjiwa AI.

4. New Rules of Attraction,Retention, and Attrition

Aturan baru dalam organisasi mulai diberlakukan diberbagai perusahaan beberapa diantaranya adalah  dari daya tarik, retensi, dan gesekan, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah mengenai menarik, mempertahankan,pengurangan karyawan.

Ada kebiasaan baru yang menarik kita perhatikan Di Erofa dimana sekita 35% Persen karwayan atau pegawai meninggalkan pekerjaannya dengan berbagai alasan, mereka mengambil sikap untuk mengundurkan diri dari perusahaannya,karena itu mengatasi hal ini maka diperluka terciptanya keseimbangan

Karena itu organisasi harus mampu menciptakan Keseimbangan antara Uang, Pekerjaan-Kehidupan, dan Pengembangan Kompetensi profesional, hal inilah yang akan mampu membuat keberlanjutan seorang pekerja dapat bekerja diperusahaan atau organisasi sebagai bentuk pengabdiannya dalam organisasi atau perusahaan.

Uang atau pendapatan bisa menjadi hal pemicu utama, seorang karyawan mengundrukan diri dari perusahaan, dan juga menjadi pemicu yang membuat karyawan mengambil sikap bertahan pada perusahaan maupun organisasi, karena itu sebuah organisasi maupun perusahaan yang ingin mempertahankan pegawai atau karyawan yang bertalenta, maka harus mengingat dan mencatat bahwa Gaji atau pendapatan akan menjadi faktor karyawan atau pegawai bertelanta akan bertahan pada organisai, atau sebaliknya Resign dan mencari perusahaan atau organsiasi lainnya, yang tentunya lebih menggiurkan gajinya dibandingkan Perusahaan yang dia tempati saat ini.

Uang atau Gaji bisa dikatakan menjadi hal yang menarik bagi karyawan maupun Pegawai, Gaji yang tinggi pada sebuah perusahaan akan mendorong calon pelamar kerja berbondong-bondong untuk memasukkan lamarannya karena mereka memahami betul masuk pada perusahaa ini menjanjikan sebuah gaji atau pendapatan yang begitu menggiurkan.

Berikutnya yang wajib menjadi perhatian adalah adanya keseimbangan antara Pekerjaaan dan kehidupan, sebuah Pemimpin maupun Organisasi harus menyadari betul bagaimana pentingnya keseimbangan kehidupan para Pegawai atau karyawannya karena itu karyawan selain diberikan waktu dan jam kerja maka setidaknya juga perusahaan maupun organisasi harus memperhatikan dan memberikan mereka kesempatan kepada pegawai atau karyawannya untuk menikmati liburan dan bersantai bersama keluarnya.

Karena itu waktu kerja dan waktu berlibur harus diseimbangkan demi membuat karyawan menikmati kehidupan dan pekerjaannya, Beberapa Negara telah menerapkan jam kerja yang seimbang dnegan wkatu berlibur, Negara Denmark Misalnya hanya memberlakukan jam kerja sekitar 25,9 Jam Perminggu, Norwegia 26,3 jam perminggu, Belanda 26,9 Jam Per Minggu, Perancis 27 Jam Per minggu, menciptakan kesimbangan Jam kerja dengan waktu liburan akan membuat karyawan puas, bahagia, dan tingkat stress pegawai bisa diminimalisir.dan hal ini bisa menjadi kebijakan yang tepat yang akan membuat pegawai atau karyawan betah bekerja pada organisasi maupun perusahaan.

selain itu yang wajib juga diperhatikan mengenai pengembangan Kompetensi karyawan, perusahaan atau organisasi wajib benar mengembangkan kompentesi yang dimiliki karyawannya, pengembangan kompetensi akan membuat daya kerja dan kemampuan karyawan semakin meningkat yang tentunya memberikan dampak pada kinerja organisasi.

Dan terakhir hal yag mesti diakomodasi dan diperhatikan perusahaan adalah mampu melihat Harapan maupun keinginan pekerja serta menyesuaikan dengan apa yang dibutuhkan perusahaan. Kemampuan perusahaan merespon dan menjahit keinginan pegawai atau pekerja kan mampu menutup jika terjadi kesenjanga atara apa yang diinginkan karaywan dengan apa yang dibutuhkan organisasi.

5. Closing The Capability Chasm.

Menutup jurang kemampuan, Kehadiran organsiasi maupun perusahaan pada dasarnya aalah untuk memiliki kemampuan daya saing dan mampu menarik keuntungan, karena itu tidak jarang perusahaan kemudian menempatkan Teknologi maupun digital Element sebagai hal yang penting dalam memuat perusahaan memilki daya saing.

StrategI penerapan Teknologi dan digitalisasi dianggap hal yang sangat dibutuhkan dalam organisasi namun permasalahan akan terjadi jika penerapan teknologi mauoun digital tidak diserta dengan penguatan membangun kemampuan organisasi dengan proses integrasi yang melibatkan ,Orang, Proses dan teknologi yang menciptakan nilai, dan kemampuan bagi organisasi.

Karena itu dalam membangun daya saing organsiasi dan menciptkanan keuntungan bagi organisasi maka  dibutuhkan sikap konsistensi untuk terus memperkuat, SDM yang kita miliki, Memperbaiki prosesnya dan tentunya mengedepankan proses teknologi, ketiganya tentunya harus sejalan dan dikembangkan secara bersama.

Karen aitu mewujudkan hal ini dan untuk menutup jurang kemampuan maka diperlukan sumber daya yang memaai dan komitment dari Pimpinan Organsasi dan karyawan maupun pegawai yang ada didalam orgaisasi, karena kita menyadari betul bahwa didalam organsiasi jangan sapai tercipta jurang kemapuan yang memuat ketidak seimbangan anatara penerapan teknologi dengan sumber daya yang ada.

Karena itu seorang pemipin harus dapat melihat kekurangan kemampuan yang ada didalam organisasi,kemudian menyusun strategi untuk mengembangkan kekurnagan tersbeut denga menyusun strategi pengembangan dan melakukan pelatihan yang dibutuhkan bagi karyawannya.

edi abdullah
edi abdullah

6. Walking The Talent tightrope.

Salah satu hal yang menjadi perhatian didalam organsiasi adalah kemampuan pemimpin untuk melihat pegawai yang memiliki bakat atau talenta, jika selama ini kita hanya mengembangkan Pegawai maupu karyawan dengan melakukan pelatihan semata, hal ini tentunya akan sangat berdampak pada keuangan organisasi, karena terkadang hasil pelatihan yang diberikan tidka berbanding lurus dengan kinerja Pegawai atau karyawan yang telah mengikuti pelatihan atau pengembangan organisasi.

Karena itu suatu terobosan yang harus dilakukan Pemimpin saat ini adalah memiliki kemampuan untuk meihat pegawai-pegawai yang memiliki talenta. Pegawai yang bertalenta ilah kemudian ditempatkan pada posisi yang dibutuhkan organisasi dan memang didukung juga oleh talenta yang dimiliki olega pegawai tersebut.

Dalam mengisi sebuah jabatan didalam organsiasi atau perusahaan maka harus disusun secara benar karena itu  Prinsip The Right man on The Right Place, atau menempatkan pegawai yang tepat dalam jabatan yang tepat harus menjadi Prioritas bagi pemimpin jika ingin meningkatkan kinerja organisasi atau perusahaan.

Pegawai yang bertalenta tentunya harus terus ditingkatkan kompetensinya karena itu organisasi menyiapkan training yang tepat bagi pegawai yang bertalenta sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya.

7. Leadership That is Self --Aware and Inspiring

Kepemimpinan itu sadar diri dan menginspirasi, jika berbicara tantangan kepemimpinan maka Pemimpin saat ini memiliki tantangan yang bukan hanya datang dan diperhatikan pada jangka pendek namun juga tantangan jangka panjang,  karena itu seorang pemimpin sejati tidak  hanya berpikir pada tujuan jangka pendek saja namun juka sudha berpikir tentang tujuang jangka panjang yang harus dicapai organsiasi,

Karena itu dalam mencapai Tujuan jangka pendek maupun jangka panjang maka terkadang pemimpin berhadapan dengan Crisis yang datang menderah, disinilah dibutuhkan peranan pemimpin sebagai Problem solving terhadap krisis yang dihadapinya.

Berbicara kepemimpinan tentunya tidak terlepas dari kemajuan sebuah organisasi, kemajuan organisasi sangat ditentukan bagaimana peranan  pemimpin didalam organisasi tersebut, karena itu dua hal mendasar harus dimiliki seorang pemimpin yakni They Need To be able to lead themselves, and They Need To able To Lead a Team.

Keterampilan Kepemimpinan Lead Themselves adalah sebuah keterampilan untuk memimpin diri sendiri, jadi pemimpin yang hebat pada dasarnya adalah pemimpin yang sudah mampu memimpin dirinya sendiri, kemampuan memimpin diri sendiri penting sekali dimiliki, belajar memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain adalah hal mutlak yang harus mampu dilakukan oleh seseorang yang akan menjadi pemimpin.

Kesuksesan memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain atau anggota Tim, memberikan pembelajaran berharga, bagaimana pentingnya pengendalian diri dna kemampuan mengendalikan diri dari seorang pemimpin baru kemudian mengendalikan orang banyak.

Selain itu pemimpin juga harus memiliki tingkat keasadaran, kesadaran akan keberadaan dirinya sebagai pemimpin yang tentunya mengutamakan kepentingan umum dibandingkan kepentiga pribadinya. Selain itu tentunya sebagai pemimpin dia harus memiliki kemampuan untuk menginspirasi orang lain.

Kemampuan untuk menginspirasi sangat dibutuhkan dalam menggerakkan anggota tim dalam mencapai tujuan organisasi, menginspirasi adalah hal mutlak dan kunci seorang pemimpin dalam menggerakkan orang lain untk mencapai tujuan organisasi.

8. Making Meaningful Progress on Diversity, equity, and inclusion (DEI)

Hal berikutnya yang harus diciptakan dalam sbeuah organisasi maupun perusahaan adalah menciptkakan sebuah kemajuan yang berarti dan bermakna dibalik keberagaman, kesetaraan,dan inklusi

Karena itu seorang pemimpin didalam organisasi patut menyadari betul bagaiamana pentingnya Diversity, Equity and Inclusian (DEI) didalam organisasi, segalah perbedaan yang ada didalam organisasi kita jadikan sebagai kekuatan bersama bukan sebaliknya menjadi perbedaan sebagai pemisah kebersamaan.

Karena itu organisasi yang bertumbuh benar adalah organisasi yang mampu merangkul perbedaan menjadi keindahan, perbedaan kita jadikan sebagai hal untuk memupuk kebersamaan didalam organisasi, karena itu Pemimpin yang hebat wajib merangkul semua pegawai atau karyawan dan menyatukan mereka menjadi satu.

Selain perbedaan maka prinsip berikutya adalah kesetaraan, dimana didalam organisasi harus dibuat sebuah prinsip kesetaraan termasuk kesetaraan antara wanita dan pria, keduanya diberikan kesempatan yang sama untuk menjalankan karirnya termasuk meraih berbagai posisi tertantu didalam perusahaan, bahkan semua pegawai atau karyawan memiliki akses yang sama untuk mewujudkan apa harapan dan impian mereka

Dan terkahir adalah inklusi, dimana didalam atmosfir kerja di perusahaan atau organsisasi, harus diciptakan sebuah lingkungan dimana setiap orang merasa dihargai dan dihormati sebagai individu tanpa melihat latarbelakangnya. Demikianlah sebuah cara terbaik untuk membangun kepemimpinan didalam organisasi.

9. Ment Health; Investing in a portfolio Of interventions.

Salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian didalam organisasi maupun perusahaan adalah mengenai kesehatan mental pegawai atau pekerja,seorang pemimpin tentunya wajib menyadari betul begaiamana peranan kesehatan mental penting sekali bagi pegawai atau karyawan.

Peningkatan produktivitas kerja dalam organisasi sangat terkait sekali dengan kondisi kesehatan menytal pegawai, pegawai yang memiliki semangat dalam bekerja senantiasa akan sangat produktif dalam bekerja, karena itu bagi organisasi maupun perusahaan jika ingin meningkatkan mendongkrak kinerja organisasinya maka tentunya salah satu terobosan yang dapat menjadi Fokus perhatian adalah menjaga kesehatan mental pegawainya.

Enggannya pegawai untuk kerja, ketidak hadiran pegawai untuk bekerja pada dasarnya disebabkan oleh kesehatan dan kesejahteraan yang dirasakannya karena itu menciptakan suasana kerja yang menyenangkan akan mampu mengurangi gejala kemungkinan pegawai atau pekerja mengalami penyakit terkait dengan kesehatan mentalitasnya.

Produktifitas organisasi akan semakin meningkat jika pegawai maupun karyawan yang bekerja pada organisasi sehat secara mental, karena dibalik mental yang kuat terdapat semangat yang membara untuk menjadi pegawai yang berkinerja tinggi dan menghasilkan keuntungan bagi organisasi maupun perusahaan.

Disis lain tentunya selama ini banyak perusahaan maupu organisasi hanya terfokus pada kesehatan Fisik semata namun melupakan bahwa kesehatan mental sangat penting sekali dalam mewujudkan organisasi yang berkinerja tinggi.

10 Efficiency Reloaded

Efesiensi ulang adalah hal yang pentimg dapat dilakukan didalam organisasi ditengah ketidakpastian yang ada, mengelolah krisis dan menghadapi permasalahan yang ada tentunya dapat dilakukan denga memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada, efesiensi akan terlihat jika kita mampu manfaatkan sumber daya yang ada namun berhasil menyelesaikan atau menghasilakn output yang lebih besar.

Dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada dan menekankan pada pelaksanaan fungsinya akan mampu mendongkrak kinerja organsasi meskipun sumber daya kurang, akan tetapi dorongan yang kuat untuk mewujudkan tujuan bersama akan membuat daya kerja semakin meningkat.

Karena itu meningkatkan efesiensi sumber daya tidak terlepas dari nilai kepercayaan pada organsasi serta kemampuan memberdayakan pegawai atau karyawan yang ada, disinilah peranan pemimpin untuk untuk menumbuhkan kepercayaan pada organisasi dan dirinya sebagai pemimpin dan memberdayakan karyawan atau pegawai yang ada.

Makassar,27 Februari 2024/Widyaiswara LAN RI

Edi Abdullah

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun