Mohon tunggu...
Indi Nabilah R
Indi Nabilah R Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Universitas Airlangga

Mahasiswa program studi Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Airlangga

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Kearifan Lokal: Kunci Sukses Pendidikan Indonesia

22 Agustus 2024   20:35 Diperbarui: 22 Agustus 2024   20:38 72
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: BPPMB Kemendikbud

Pendidikan merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan suatu bangsa. Di tengah arus globalisasi dan modernisasi yang begitu cepat, pendidikan di Indonesia menghadapi tantangan untuk tetap relevan dan mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas. 

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam sistem pendidikan. Kearifan lokal mengandung nilai-nilai luhur, pengetahuan, dan keterampilan yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat. Dengan demikian, pendidikan berbasis kearifan lokal diharapkan dapat memperkuat identitas bangsa, meningkatkan kualitas karakter siswa, serta mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan masa depan.

Mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam kurikulum pendidikan formal di Indonesia menghadapi berbagai tantangan. Salah satu tantangan utama adalah kurangnya materi ajar yang disusun secara sistematis dan relevan dengan kurikulum nasional. Selain itu, keterbatasan kompetensi guru dalam memahami dan menyampaikan nilai-nilai kearifan lokal juga menjadi kendala. Kurangnya dukungan dari pemerintah, baik dalam bentuk kebijakan maupun alokasi anggaran, juga menghambat proses integrasi ini. 

Tantangan lainnya adalah adanya persepsi bahwa kearifan lokal dianggap sebagai materi pelajaran yang kurang penting atau dianggap sebagai materi tambahan yang tidak terlalu berpengaruh terhadap prestasi akademik siswa. Terakhir, adanya perbedaan interpretasi mengenai apa yang dimaksud dengan kearifan lokal di setiap daerah juga dapat menyulitkan proses integrasi.

Untuk mengatasi tantangan integrasi kearifan lokal dalam kurikulum, diperlukan upaya komprehensif dari berbagai pihak. Pertama, perlu dilakukan pengembangan materi ajar yang relevan dan berbasis kearifan lokal, melibatkan para ahli budaya dan pendidik. Kedua, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan khusus tentang kearifan lokal sangat penting. Selain itu, dibutuhkan dukungan penuh dari pemerintah melalui kebijakan yang mendukung integrasi kearifan lokal dalam kurikulum serta alokasi anggaran yang memadai. Kolaborasi antara sekolah, masyarakat, dan pemerintah juga perlu diperkuat untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi penerapan kearifan lokal. 

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun