Sebelumnya terima kasih kepada Kompasianer Jogja yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk mencoba wahana wisata di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Geo Tubing Lava Bantal, nama wahana tersebut, yang terletak di tenggara ibukota Sleman.
Saya agak kurang semangat mengikuti acara tubing bersama Kompasianer Jogja pada hari Sabtu, 18 Februari 2017 lalu. Perut saya agak bermasalah sejak Jum'at siang karena makan nasi sambal, sampai saya menulis inipun perut masih belum nyaman. Mohon maaf bila saat tubing terlihat kurang bersemangat.
Merasa sudah renta dan kondisi badan kurang bagus, saya memutuskan berangkat sendiri ke Geo Tubing Lava Bantal. Saya tidak akan kuat meladeni anak-anak muda Kompasianer Jogja yang begitu bersemangat memacu kendaraannya. Biarlah saya berangkat sendiri mengayuh sepeda sambil menikmati pemandangan sepanjang perjalanan.
Meskipun jalan perlahan, tapi saya lebih cepat 1 jam sampai di sekretariat Tubing Lava Bantal dari anak-anak muda Kjog (orang-orang biasa memanggil Kompasianer Jogja dengan singkatan tersebut). Daripada nanti keburu siang dan kesasar lebih jauh, Mbak Rezki; yang biasa mengurusi jadwal Tubing Lava Bantal menjemput teman-teman Kjog.
Molor 1,25 jam dari rencana, setelah semua Kjog sampai di sekretariat, Pak Otto sebagai pengelola Geo Tubing Lava Bantal langsung memberikan penjelasan perihal wahana wisata ini. Secara garis besar Geo Tubing Lava Bantal adalah wisata alam menyusuri Sungai Opak yang baru diresmikan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo 18 November 2016.
Buka setiap hari dari jam 09.00 – 15.00 WIB, pengelola menyediakan 100 set peralatan tubing dengan 10 orang pemandu untuk rute tubing normal, yang biasa ditempuh dalam 1,5 hingga 2 jam perjalanan. Selain rute tubing normal sepanjang 2 km, juga ada rute pendek 500 meter dengan tingkat kesulitan tinggi.
Harga sekali tubing Rp. 50.000 untuk rute normal dan Rp. 30.000 untuk rute pendek, semua wisatawan yang melakukan tubing sudah diasuransikan.
Ada aturan yang wajib dipatuhi wisatawan tubing, yaitu taat pada arahan pemandu. Semua orang boleh melalukan tubing dengan syarat tertentu, yang paling utama adalah sehat jasmani dan rohani terutama tidak punya riwayat penyakit jantung atau penyakit kronis yang membahayakan diri selama tubing. Batasan minimal usia adalah 10 tahun.
Semua bawaan dititipkan di loker, termasuk ponsel. Karena itulah saya tidak punya dokumentasi. Tidak mungkin membawa ponsel bermain tubing tanpa pelindung air. Kjog yang membawa peralatan memotret selama tubing adalah Dek Arif Lukman, Dek Yosep, dan Dek Riana. Hanya mereka lah yang peralatan memotretnya tahan air.
Mari kita tubing
Setelah pembukaan oleh Pak Otto, Kjog mulai mempersiapkan diri menggunakan peralatan tubing normal yaitu jaket pelampung dan helm pengaman. Selanjutkan kami berkumpul di depan sekretariat untuk briefing, pemanasan, dan foto bersama.
Ban sebagai sarana tubing utama dibawa sendiri-sendiri hingga Sungai Opak yang jaraknya hanya 200 meter dari sekretariat. Jika tidak kuat, ban bisa digelindingin.
Menyeburkan ban ke Sungai Opak tidak asal nyebur, ada teknik khusus menyeburkan ban. Ban yang digunakan tubing berukuran jumbo, pentil dop lebih panjang daripada ban sepeda atau motor. Pentil dop untuk mengisi angin (atau nitrrogen?) ini harus dihadapkan ke bawah (air). Kenapa? Untuk menghindari tubuh terluka oleh tembaga dop.
Ternyata tubing menyenangkan, bisa tiduran di atas ban menikmati kesunyian. Kadang ada jeram yang membuat ban ngepot dan berubah arah ke pinggir sungai,, hehehe lucu deh. Beberapa kali pemandu menarik saya ke tengah sungai kembali, karena saya nyangkut di bambu yang ada di pinggir. Meskipun sudah berusaha mengayuh sendiri agar ke tengah, tetap tak kuasa melawan arus ke pinggir. Tenaga saya tak cukup kuat untuk mengayuh dengan tangan hehehe.
Di tengah perjalanan kami berhenti di tempat yang dinamakan lorong syahdu. Tempatnya agak angker, tapi karena serombongan ditambah 3 pemandu dan 3 pemandu lain di darat, suasana jadi semarak.
10 menit kemudian kami meneruskan perjalanan, pemandu meminta kami untuk saling memegang tali ban teman sebelahnya. Saya selalu mengikuti petunjuk pemandu untuk menjaga keselamatan pribadi. Kalau sudah udzur begini tidak berani bertingkah macam-macam, nanti malah merepotkan orang lain.
Tubing semakin menantang, lebih sering bertemu jeram sehingga ban meliuk-liuk mengikuti arus sungai. Yang agak menakutkan saya bila bertemu potongan bambu atau batu di tempat yang dangkal, pantat bisa terantuk batu hehehe.
Secara keseluruhan, Geo Tubing Lava Bantal di rute normal ini menyenangkan. Tapi kurasa kami kesiangan sehingga setengah perjalanan kulit saya gosong terkena sinar matahari. Saya juga salah kostum hanya memakai celana dan kaos biasa. Harusnya saya memakai pakaian snorkeling panjang yang lebih melindungi dari panas sinar matahari.

Sampai finish di bawah jembatan, kami juga bisa mencoba rute pendek yang lebih menantang. Untuk melakukannya peserta harus menggunakan pelindung siku dan lutut, serta berganti helm yang menutupi telinga.
Rutenya memang pendek, hanya sekitar 100 meter tapi sangat menantang. Pemandu memberi penjelasan untuk rombongan maksimal 3 orang, dengan pemandu di depan dan belakang sehingga total 5 orang. Selama tubing di rute ini, peserta dilarang melepaskan tali ban teman di depannya sampai ada aba-aba untuk melepas. Tentu saja ini untuk keselamatan, agar tubuh tidak terhempas mengenai bebatuan lava bantal.
Saya ikut mencoba bersama dua teman lain, sebelumnya ada rasa takut nanti terantuk batu. Setelah mencoba, lho kok cuma begini? Hehehe. Ketika tubing berkelompok, saya merasa jalannya tubing lambat dan berat. Melewati jeram lava bantal seperti naik bus melewati jalan bergelombang. Tapi setelah pemandu teriak “lepas” saya merasa ringan dan terbawa arus. Beruntung banyak pemandu yang sudah berjaga-jaga menghalau kami terbawa sampai laut selatan hehehe.
Pengalaman Geo Tubing Lava Bantal membuat saya ingin kembali ke sini. Dua hari lalu kakak Elzha bagi-bagi voucher piknik kepada beberapa blogger. Saya berharap mendapat kesempatan kedua ke Geo Tubing Lava Bantal dengan persiapan lebih (menyewa kamera aksi untuk dokumentasi), tapi saya malah kebagian De Arca statue art museum, hehehe. Mungkin lain kali kita berjumpa di blog lain.
Geo Tubing Lava Bantal
Buka jam 09.00 – 15.00 WIB
Reservasi: 0813-7334-3264 atau Instagram @tubinglavabantal
Google Map: goo.gl/maps/nfYPZwtTHGN2
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI