Mohon tunggu...
Nana Marcecilia
Nana Marcecilia Mohon Tunggu... Asisten Pribadi - Menikmati berjalannya waktu

Mengekspresikan hati dan pikiran melalui tulisan

Selanjutnya

Tutup

Hukum Artikel Utama

Adilkah Pengadilan Britania Raya terhadap Reynhard Sinaga?

8 Januari 2020   01:54 Diperbarui: 8 Januari 2020   07:49 4090
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Hanya satu dua temannya yang ditanyakan, dan pengakuannya adalah Sinaga adalah pribadi yang menyenangkan dan baik, kemudian teman yang lain menyebutkan Sinaga seperti Peter Pan, dan memiliki pribadi yang narsistik. 

Apakah selebihnya ia tidak memiliki teman lain? Kok hanya dua orang yang dimuat di media? 

Kemudian, beberapa liputan pemberitaan menayangkan Sinaga keluar dari apartemen berlari menuju Club untuk mengambil pria berusia muda dan setengah mabuk, dalam waktu 60 detik Sinaga kembali ke apartemennya membawa korbannya.

Lantas, kenapa tidak ditayangkan salah satu saat Sinaga kembali membawa korbannya? Sebagai bukti pemberitaan dong. Oke lah, tidak ditayangkan melindungi korban, tapi kan bisa diblur?

Supaya kita, publik, lihat dengan jelas sekali, bagaimana cara Sinaga mampu "menarik" korbannya dalam waktu hanya 60 detik. Dibopong kah? Diseret kah? Atau lari bersama menuju apartemen Sinaga?

Lalu, ada hal lagi yang muncul dalam pemikiran saya, selama proses pengadilan , Sinaga dikatakan sama sekali tidak menunjukkan raut penyesalan.

Hal tersebut dinyatakan oleh Hakim Pengadilan, dan diperkuat oleh pernyataan Minister Counselor KBRI, Thomas Ardian Siregar bahwa Sinaga tidak menyesali perbuatannya, karena yang ia lakukan dengan korban atas dasar suka sama suka.

Hmm.. saya kurang paham hukum sebenarnya, tapi melihat dari pemberitaan atas dirinya yang ternyata psycho, mengapa tidak ada tes gangguan kejiwaan? 

Mungkin memang tidak perlu kali ya, tapi bisa jadi tidak kasusnya ini seperti Billy Milligan, dimana Milligan memiliki 23 kepribadian dalam dirinya, yang disidangkan tahun 1970an di Ohio, Amerika Serikat. 

Ia melakukan sederet kejahatan seperti pencurian, penyerangan, pemerkosaan, Milligan dites kejiwaannya. Saksi yang mengenal Milligan dan korbannya sendiri bersaksi selama pengadilan berlangsung.

Kasusnya Billy Miligan saat itu menjadi santapan publik, jadi berlangsungnya pengadilan bisa diketahui. Kalau Sinaga? Sidang dilakukan tertutup dengan alasan agar sidang berjalan adil dan melindungi korban dari publisitas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hukum Selengkapnya
Lihat Hukum Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun